Penerapan Pendekatan Konstruktivis untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA


Penerapan Pendekatan Konstruktivis untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri 13 Simpang Haru Kecamatan Padang Timur

BAB I

PENDAHULUAN

 

Pada bagian ini dipaparkan hal-hal yang berhubungan dengan wawasan umum tentang penelitian, yaitu: (1) latar belakang masalah, (2) rumusan masalah, (3) tujuan penelitian, dan 4) manfaat penelitian. Paparan tersebut peneliti sajikan secara berurut sebagai berikut.

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang sangat pesat menuntut dunia pendidikan untuk selalu mengadakan peningkatan dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pembelajaran adalah dengan mengadakan pembaharuan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran.

Pendekatan pembelajaran adalah upaya yang dilakukan untuk membuat siswa terlibat aktif dan berminat dalam mengikuti pembelajaran. Menurut Nasution (2003:53) pendekatan pembelajaran pada hakikatnya adalah “suatu usaha untuk mengembangkan keefektifan pembelajaran”. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia dalam segala hal selalu berusaha mencari efisien-efisien kerja dengan jalan memilih dan menggunakan suatu cara yang dianggap terbaik untuk mencapai tujuannya. Demikian juga dengan pembelajaran, guru selalu berusaha memilih pendekatan pembelajaran yang tepat dan dipandang lebih efektif daripada pendekatan lain. Baca lebih lanjut

Categories: PTK, Skripsi | Tinggalkan komentar

PEMBERIAN KUIS SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA, TINDAKAN PEMBERIAN KUIS DENGAN TIPE QUIZ TEAM


PEMBERIAN KUIS SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA, TINDAKAN PEMBERIAN KUIS DENGAN TIPE QUIZ TEAM INI DILAKUKAN DALAM PEMBELAJARAN MENGGAMBAR GARIS TEGAK LURUS DAN GARIS SEJAJAR SISWA KELAS X TGBSMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Selanjutnya pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta bertanggung jawab kemasyarakat dan kebangsaan. Baca lebih lanjut

Categories: PTK | Tinggalkan komentar

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR


PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA STANDAR KOMPETENSI PERBAIKAN RINGAN RANGKAIAN KELISTRIKAN  DAN INSTRUMEN SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOMOTIF SEPEDA MOTOR DI SMKN 1 KOTO XI TARUSAN

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah lembaga pendidikan kejuruan yang tujuan utamanya mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja handal dengan mengutamakan kemampuan kejuruan jenis tertentu. Rencana strategis Depdiknas 2005-2009 dan rancangan 2010-2014 yang bertujuan mengubah komposisi perbandingan jumlah SMK dan SMA dari 30:70 menjadi 67:33 pada tahun 2014 juga menuntut pentingnya pengembangan sumber daya manusia siswa SMK. Baca lebih lanjut

Categories: Tesis | Tags: | Tinggalkan komentar

Persepsi Guru terhadap Pelaksanaan Supervisi oleh Kepala Sekolah


Persepsi Guru terhadap Pelaksanaan Supervisi oleh Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok

BAB I

PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah.

Agar proses pembelajaran lebih optimal diperlukan peran penting kepala sekolah, kepala sekolah memegang peranan penting untuk memberikan pembinaan kepada guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah RI. Nomor 28 tahun 1990 tentang pendidikan dasar pasal 12 ayat 1 yang berbunyi: “kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidikan lainnya dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana”. Sebagai faktor kunci keberhasilan pendidikan, kepala sekolah SD bertanggung jawab untuk mengatur dan menjalankan penyelanggaraan pendidikan dan proses pembelajaran dalam mencapai tujuan organisasi sekolah. Baca lebih lanjut

Categories: Skripsi | Tinggalkan komentar

Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)


Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Padang

BAB I

PEDAHULUAN

A. Latar Belakang

           Dalam Pasal 2 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU RI No. 20 TH. 2003) dijelaskan bahwa:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Baca lebih lanjut

Categories: Skripsi | Tinggalkan komentar

Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Mempelajari Pakaian Adat Kebesaran Luhak Limo Puluah Koto Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning


Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Mempelajari Pakaian Adat  Kebesaran Luhak Limo Puluah Koto Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Media Video di  Kelas VIII 1  SMP N 1 Suliki

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah 

Pemerintah memberi ruang yang sangat luas bagi satuan pendidikan atau sekolah untuk menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara otonom dengan tetap berpedoman Standar Isi (SI) Permen Diknas No.22 Tahun 2006, dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Permen Diknas No. 23 Tahun 2006. Otonom yang dimaksud tidak hanya pada satuan pendidikan, tetapi juga kepada guru. Guru dituntut mengembangkan kurikulum secara profesional, kreatif dan kritis, dengan tetap berpegang kepada koridor ilmiah, sistematis, relevan, reliabel, dan menyesuaikan dengan lingkungan sosial budaya dan kubutuhan lokal. Baca lebih lanjut

Categories: PTK | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru


Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri Kelompok Teknologi di Kabupaten Sijunjung

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia merupakan suatu sistem pendidikan nasional yang diatur secara sistematis. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang-undang No. 20 tahun 2003). Baca lebih lanjut

Categories: Tesis | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Kontribusi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Guru


Kontribusi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK N) di Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam

BAB I

PENDAHULUAN

 A.  Latar Belakang Masalah

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, diantaranya: (1) menerbitkan UU Pendidikan No. 20 Tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional dan UU Republik Indonesia No.14  Tahun 2005 tentang guru dan dosen, (2) berusaha melaksanakan amanah yang terdapat dalam UU No.20 seperti anggaran pendidikan, (3) meningkatkan sarana-prasarana pendidikan, dan (4) mengadakan berbagai penataran dan pelatihan. Berbagai inovasi dan program pendidikan yang lain juga telah dilaksanakan, antara lain penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku ajar dan buku referensi, peningkatan manajemen pendidikan, serta pengadaan fasilitas lainnya. Namun berbagai indikator tetap menunjukkan bahwa kualitas pendidikan masih belum meningkat signifikan. Baca lebih lanjut

Categories: Tesis | Tags: | Tinggalkan komentar

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN KONVENSIONAL


PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN MRL KELAS X SMK N 2 PAYAKUMBUH

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu aspek pembangunan yang harus dikembangkan di samping aspek lainnya. Melalui pendidikan diharapkan bangsa ini dapat mengikuti perkembangan dalam bidang sains dan teknologi yang semakin berkembang. Beberapa upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, di antaranya penyempurnaan kurikulum. Dari kurikulum 1994 sampai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mencakup semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran Menganalisis Rangkaian Listrik (MRL) sebagai mata pelajaran produktif. Baca lebih lanjut

Categories: PTK, Skripsi | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Meningkatkan Aktivitas Siswa Dalam menghias taplak meja dengan Sulaman Pita Melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning


Meningkatkan Aktivitas Siswa Dalam menghias taplak meja dengan  Sulaman Pita Melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning di SMP Negeri 2 Kecamatan Suliki
Kabupaten 50 Kota

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting dalam segala aspek kehidupan manusia. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah membawa pengaruh yang besar di segala bidang kehidupan manusia. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan perkembangan suatu negara. Menyadari pentingnya pendidikan nasional pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, (Sisdiknas, Pasal 3 Hal 11) Baca lebih lanjut

Categories: PTK, Skripsi | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.