Pengaruh Motivasi, Minat Belajar dan Penyediaan Fasilitas Belajar di Rumah Terhadap Hasil Belajar Ekonomi


Pengaruh Motivasi, Minat Belajar dan Penyediaan Fasilitas Belajar di Rumah Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X di  SMAN 4 Padang

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Berbagai kemajuan dalam peradaban manusia sampai saat ini tidak pernah lepas dari dunia pendidikan. Hal ini tentunya beralasan, karena melalui pendidikan dapat tercipta output Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengoptimalkan berbagai sumber daya yang ada untuk dimanfaatkan dalam kehidupan. Menyadari pentingnya pendidikan maka setiap bangsa di dunia akan selalu memperhatikan mutu pendidikan di negaranya.

Berdasarkan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 yaitu, “Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu pendidikan dan martabat bangsa Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya”. Untuk menciptakan mutu pendidikan yang baik tersebut tentunya tidak akan lepas dari berbagai komponen, antara lain sistem dalam pendidikan, fasilitas belajar dan sarana prasarana yang lengkap serta memadai, baik di rumah maupun di sekolah, proses belajar mengajar, guru dan peserta didik itu sendiri serta motivasi dan minat belajar siswa.

Dalam menentukan berkualitas atau tidaknya mutu pendidikan, maka dari segi faktor guru akan berhubungan dengan fungsinya untuk menjalankan aturan yang ditetapkan dalam sistem pendidikan dan mengelola proses belajar mengajar. Dari sisi peserta didik, siswa berperan dalam menciptakan pendidikan yang lebih bermutu. Hal ini dapat dihubungkan dengan kemauan untuk belajar dengan bersungguh-sungguh. Sebab dengan belajar bersungguh-sungguh tentu akan memperoleh hasil belajar  yang memuaskan. Kesungguhan dalam belajar tentunya juga menjadi perhatian dari seluruh siswa, guru, dan semua pihak sekolah termasuk di  SMAN 4  Padang.

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan terhadap kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di SMAN 4 Padang pada mata pelajaran ekonomi, diperoleh gambaran bahwa hasil belajar ekonomi siswa kelas X masih tergolong rendah. Hal ini dapat kita lihat dari nilai ujian MID mata pelajaran ekonomi  semester 1 pada Tabel 1 berikut ini:

Tabel 1. Nilai Ujian MID Semester 1 Bidang Studi Ekonomi Siswa Kelas X di SMAN  4 Padang Tahun Ajaran 2011/2012

No

Kelas

Rata-Rata Kelas

Siswa yang Tuntas

Siswa yang Tidak Tuntas

Siswa

(%)

Siswa

(%)

1

X1

65,5

7

21,87

25

78,12

2

X2

75,2

21

65,63

11

34,37

3

X3

72,3

17

53,13

15

46,87

4

X4

71,1

19

59,37

13

40,63

5

X5

68,3

18

 56,25

14

 43,75

6

X6

67,1

16

40,00

24

60,00

7

X7

63,0

14

35,00

26

65,00

8

X8

60,3

14

35,00

26

65,00

    Sumber: Guru Ekonomi Kelas X di SMAN 4 Padang

 

Dari tabel 1 di atas terlihat hasil belajar siswa belum mencapai standar yang diharapkan dalam Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Pada mata pelajaran ekonomi ditetapkan Kriteria Ketuntasan  Minimum (KKM) siswa 75%. Hal ini berarti dari seluruh kelas X yang ada di  SMA 4 Padang  belum ada satu kelaspun yang mencapai taraf Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM).

Rendahnya hasil belajar siswa di atas dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor tersebut antara lain faktor yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan dari luar diri siswa (faktor eksternal). Faktor internal meliputi kecerdasan, bakat dan motivasi, minat belajar diri siswa itu sendiri, sedangkan faktor eksternal meliputi kemampuan guru dalam menerangkan pelajaran, fasilitas belajar di rumah, lingkungan dan lain-lain (Syah, 2005:146).

Pernyataan di atas mengandung arti bahwa tinggi rendahnya hasil belajar salah satunya dipengaruhi oleh faktor motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, motivasi belajar merupakan faktor yang sangat berperan penting dalam proses pembelajaran. Menurut Hamalik (2000:173) menyatakan istilah motivasi menunjuk kepada semua gejala yang terkandung dalam stimulasi tindakan ke arah tujuan tertentu di mana sebelumnya belum ada gerakan menuju ke arah tujuan tersebut. Hal senada juga dinyatakan oleh Santrock (2008:510) motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah dan kegigihan perilaku.

Ada dua macam motivasi pada diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar, yaitu motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik Sadirman (2010:89). Motivasi instrinsik adalah motivasi yang menjadi aktif atau berfungsi tanpa memerlukan  rangsangan dari luar, motivasi ini sudah ada dalam diri siswa sendiri. Dalam diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu dan menunjukan keterlibatan dan aktivitas yang tinggi dalam belajar. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang akan aktif apabila sudah ada rangsangan dari luar individu, tanpa adanya rangsangan motivasi ini tidak akan berkembang. Penulis lebih mengarahkan penelitian ini pada motivasi ekstrinsik, dikarenakan sudah banyak peneliti sebelumnya yang membahas tentang motivasi intrinsik

Berdasarkan aspek motivasi ekstrinsik dipengaruhi oleh metode mengajar dan kurangnya pemberian penghargaan atau pujian oleh guru. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Djamarah (2000:185) menyatakan jika bahan pelajaran disajikan secara menarik besar kemungkinan motivasi belajar anak didik semakin meningkat. Prayitno (1989:62) mengungkapkan bahwa ada beberapa motivasi di dalam kelas yang perlu dikembangkan oleh guru, motivasi tersebut adalah motivasi tugas, motivasi aspirasi, motivasi persaingan, motivasi menghindar, motivasi penguatan, dan motivasi yang diarahkan oleh diri sendiri.

Penulis melakukan penelitian di SMAN 4 khususnya pada kelas X, pemilihan pada kelas X disebabkan oleh siswa kelas X adalah siswa yang baru berada pada masa transisi dari anak-anak ke remaja, masuk ke sekolah tersebut berasal dari latar belakang sekolah yang berbeda-beda. Kelas XI sudah ada penjurusan IPA atau IPS, sedangkan pada kelas XII sudah dituntut untuk lebih fokus pada ujian akhir nasional dan menghadapi ujian lainnya. Oleh sebab itu, peneliti lebih memfokuskan pada kelas X saja.

Berdasarkan pengamatan penulis permasalahan yang ditemukan di SMAN 4 Padang adalah rendahnya motivasi ekstrinsik belajar siswa. Hal ini terlihat dari beberapa siswa merasa pelajaran ekonomi adalah pelajaran yang membosankan. Ketika diberi tugas kelompok, hanya sebagian siswa yang fokus mengerjakan tugas yang siswa lainnya hanya menunggu hasil dari kelompoknya, penghargaan yang yang diberikan oleh guru juga teramat kurang, bila siswa menjawab guru hanya diam tanpa memberikan penjelasan apakah jawaban tersebut benar atau salah, tidak ada pemberitahuan tentang grafik kemajuan belajar siswa.

Kondisi siswa di atas tidak perlu terjadi bila guru mampu membangkitkan semangat belajar mereka. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode mengajar yang tepat serta adanya pemberian penghargaan berupa pujian, pemberian hadiah berupa nilai yang baik kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan melaksanakan tugas dengan baik, pemberitahuan tentang kemajuan belajar siswa. Agar siswa tersebut lebih bersemangat dan tertarik pada mata pelajaran ekonomi.

Selain motivasi, minat belajar merupakan faktor dari dalam yang di duga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Apabila siswa mengatakan berminat tentang suatu hal, maka dapat dikatakan ia lebih menyukai sesuatu itu dari pada hal lainnya. Orang yang mempunyai minat yang tinggi terhadap suatu hal maka akan memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang kurang berminat terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, jika ingin meraih hasil yang baik dalam belajar hendaknya memiliki perhatian dan minat yang tinggi. Seterusnya minat merupakan hal yang penting dalam meraih prestasi dan hasil belajar karena dengan minat akan tumbuh harapan dan dengan harapan seseorang akan melakukan suatu pekerjaan dengan penuh rasa tanggung jawab.

Berdasarkan pengamatan penulis permasalahan yang ditemukan di SMAN 4 Padang adalah rendahnya minat belajar siswa. Hal ini terlihat dari beberapa siswa yang sering datang terlambat padahal  proses pembelajaran telah dimulai, tidak hadir tanpa keterangan saat pelajaran ekonomi dimulai. Ketika ditanya alasan terlambat banyak yang menjawab dengan alasan yang tidak logis dan bahkan ada juga yang berterus terang sedang malas belajar serta tidak ada minat belajar.  Hal ini didukung oleh data absensi siswa yang bersangkutan. Berikut ini tabel absensi bidang studi ekonomi siswa kelas X di SMAN 4 Padang pada semester I.

Tabel 2. Absensi  Bidang Studi Ekonomi Siswa Kelas X di SMAN 4 Padang Semester I Tahun Pelajaran 2011/2012

Keterangan

Kelas

Total

X1

X2

X3

X4

X5 X6 X7 X8
Tanpa Keterangan %

8

0,16

9

0,18

8

0,16

12

0,24

5

0,10

9

0,18

13

0,26

8

0,17

72

1,45

Sakit %

3

0,06

3

0,06

5

0,10

7

0,14

4

0,08

9

0,18

10

0,20

5

0,10

46

0,92

Izin %

2

0,04

5

0,10

8

0,16

_

3

0,06

5

0,10

2

0,04

5

0,10

30

0,06

Terlambat %

5

0,10

2

0,04

7

0,14

5

0,10

11

0,21

7

0,14

7

0,14

4

0,08

48

0,95

Bolos %

_

 

_

5

0,10

1

0,02

1

0,02

3

0,06

4

0,08

_

14

0,28

  Sumber: Guru Ekonomi Kelas X  di SMAN 4 Padang

 

Berdasarkan tabel 2 di atas terlihat fenomena kurangnya minat belajar siswa dalam belajar ekonomi. Gejala ini tampak dari daftar persentase ketidakhadiran siswa. Total siswa yang melanggar peraturan sekolah yaitu tidak hadir tanpa keterangan 1,45%, terlambat 0,95 dan bolos 0,28%.

Selain fenomena berdasarkan tabel 2 di atas, hal lain yang diamati oleh penulis adalah sewaktu proses pembelajaran beberapa siswa mengganggu teman yang lainnya dengan mengajak meribut dan bersikap tak acuh dengan proses pembelajaran. Ketika disuruh membuat catatan dan mengerjakan latihan masih ada yang tidak mau mengerjakannya. Kalaupun ada, mengerjakannya tidak secara mandiri. Selain itu dalam hal belajar kebanyakan siswa hanya menunggu materi yang akan disampaikan guru tanpa membaca terlebih dahulu di rumah.

Hal ini harus menjadi perhatian khusus dari pihak sekolah untuk meningkatkan minat belajar siswa, dengan cara menasehati lewat guru BK bagi siswa yang sering terlambat dan tidak masuk kelas tanpa keterangan selain pihak guru ekonomi yang mengajar di dalam kelas dan kerjasama dengan pihak orang tua.

Penyediaan fasilitas belajar di rumah oleh orang tua merupakan faktor eksternal yang juga sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Fasilitas belajar yang lengkap dan tepat akan memudahkan siswa dalam menerima dan menguasai pelajaran, siswa yang memiliki fasilitas belajar yang memadai, akan mendukung hasil belajar dan termotivasi serta berminat untuk belajar di rumah, hasil belajar yang di harapkan akan tercapai dengan baik. Belajar membutuhkan fasilitas pendukung, baik di sekolah maupun di rumah dalam memperoleh hasil belajar yang maksimal.

Fasilitas belajar yang dibutuhkan siswa di rumah diantaranya ruang belajar yang kondusif yang dilengkapi dengan meja, kursi, penerangan, alat-alat tulis dan lain-lainnya. Alat pendidikan merupakan fasilitas yang diberikan untuk membantu proses belajar anak, kekurangan alat pendidikan dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Dalam belajar dibutuhkan biaya untuk membeli dan mencukupi fasilitas belajar. Fasilitas belajar di sekolah meliputi ruang belajar dan perabotannya, laboratorium, perpustakaan dan lain-lain, sedangkan fasilitas belajar di rumah adalah tempat belajar, alat perlengkapan belajar, buku-buku yang berhubungan dengan pelajaran ekonomi.

Berdasarkan hasil pengamatan awal penulis, bahwa fasilitas belajar siswa SMAN 4 Padang belum memadai, hal ini dapat dilihat dari persiapan siswa sebelum mengikuti pelajaran ekonomi, siswa yang meminjam alat tulis temannya, bahkan ada siswa yang tidak membawa alat tulis sama sekali, ada siswa pergi ke sekolah yang hanya membawa satu buah buku tanpa membawa tas. Selain itu banyak siswa yang tidak memiliki buku penunjang dalam belajar. Saat ditanya oleh guru yang bersangkutan jawabannya cukup mengherankan, yaitu uang jajan yang diberikan oleh orang tunya tidak cukup untuk membeli alat-alat tulis maupun membeli buku dan orang tuanya tidak punya uang. Kurang lengkapnya fasilitas belajar yang disediakan orang tua di rumah mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa.

Permasalahan ini hendaknya menjadi perhatian bagi orang tua, untuk lebih melengkapi fasilitas belajar di rumah, sehingga diharapkan siswa lebih termotivasi, dan berminat dalam belajar ekonomi, dan tentunya nanti berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Namun, untuk siswa yang tidak mampu membeli buku atau fasilitas lainnya diharapkan untuk bisa meminjam ke perpustakaan sekolah atau meminjam kepada teman.

About these ads
Categories: Skripsi, Tesis | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: