PTK Media Modul


UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PENGGUNAAN MEDIA MODUL
(ACTION RESEARCH DI KELAS X AUDIO VIDEO  SMKN 1 MERLUNG)

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Pendidikan merupakan wahana perubahan kepribadian dan pengembangan diri. Perubahan merupakan proses abadi dalam setiap aspek kehidupan manusia yang tentunya diharapkan membawa kehidupan yang lebih baik. Dalam bidang pendidikan perubahan yang dimaksud berkaitan dengan inovasi pembelajaran. Mengingat pentingnya peranan pendidikan, maka banyak usaha yang dilakukan pihak yang terkait dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam bidang elektronika. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah mengambil langkah-langkah kebijaksanaan seperti perbaikan terhadap sistem pengajaran yang menyangkut penyempurnaan kurikulum, penempatan dan pemerataan tenaga kependidikan, penataran guru bidang studi, penambahan sarana dan prasarana, penggunaan metode yang inovatif sampai penyediaan media pengajaran yang menarik. Kesemua ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar.

Menurut Gagne (dalam Djaafar, 2001: 82) dijelaskan bahwa: “hasil belajar merupakan kapabilitas atau kemampuan yang diperoleh dari proses belajar yang dapat dikategorikan dalam lima macam yaitu: (1) informasi verbal (Verbal information), (2) Keterampilan intelektual (Intellectual skills), (3) Strategi kognitif (Cognitive strategies) (4) Sikap (Attitude), (5)  Keterampilan motorik (Motor skills)”.

Karena pada umumnya hasil belajar dipakai sebagai indikator keberhasilan pembelajaran, hasil belajar dapat diukur dengan menggunakan tes dan non tes selama atau sesudah proses belajar itu berlangsung. Hasil belajar merupakan salah satu indikator  kualitas pendidikan yang ditentukan melalui proses belajar. Dalam proses belajar-mengajar, hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai siswa perlu diketahui oleh guru, agar guru dapat merencanakan atau mendesain pengajaran secara tepat dan penuh arti. Hasil belajar yang ingin dicapai harus tercermin dalam tujuan pengajaran (tujuan instruksional), sebab tujuan itulah yang akan dicapai oleh proses belajar-mengajar. Juga dapat artikan Hasil belajar merupakan hasil kegiatan dari belajar dalam bentuk pengetahuan sebagai akibat dari perlakukan atau pembelajaran yang dilakukan siswa atau dengan kata lain hasil belajar merupakan apa yang diperoleh siswa dari proses belajar.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang merupakan hasil dari aktifitas belajar ditunjukan dalam bentuk angka seperti yang ditunjukan dalam rapor. Hasil belajar siswa digunakan untuk memotivasi siswa, untuk perbaikan serta peningkatan kualitas pembelajaran oleh guru. Pemanfaatan hasil belajar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran harus didukung oleh siswa, guru, kepala sekolah dan orang tua siswa.

Fenomena yang terlihat dilapangan dalam proses pembelajaran Elektronika Dasar Terapan di SMKN 1 Merlung tentang hasil belajar. Hal ini dapat dilihat dari persentase rata-rata nilai ulangan harian mata pelajaran Elektronika Dasar Terapan semester II kelas X TAV dengan jumlah siswa 5 orang di SMKN 1 Merlung tahun ajaran 2008/2009, yang diikuti oleh 5 orang dari kelas X TAV.

Tabel 1: Persentase rata-rata nilai ulangan harian mata pelajaran Elektronika Dasar Terapan semester II kelas X TAV di SMKN 1 Merlung tahun ajaran 2008/2009

Kelas

Persentase nilai > 7

Jumlah Siswa

Persentase nilai < 7

Jumlah Siswa

TAV

20 %

1 orang

80 %

4 orang

Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa hasil belajar Elektronika Dasar Terapan dari 5 orang siswa masih banyak dibawah Standar Ketuntasan Belajar Minimum,  yaitu 4 orang siswa belum mencapai nilai 70, sedangkan 1 siswa lainnya telah Standar Ketuntasan Belajar Minimum yang ditetapkan yaitu 70 tetapi belum mencapai separoh dari jumlah siswa. Dimana  penilaian tersebut merupakan penilaian internal terhadap proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru di kelas atas nama sekolah untuk menilai kompetensi peserta didik pada tingkat tertentu pada saat dan akhir pembelajaran. Rendahnya hasil belajar siswa tidak lepas dari pengaruh berbagai faktor, antara lain: 1). Pada waktu menyajikan materi di dalam kelas, sebagian guru tidak menggunakan media pembelajaran,. 2). Guru cenderung menuliskan materi di papan tulis sampai jam pelajaran habis sehingga waktu banyak terbuang dan materi tidak selesai diberikan ke siswa, membuat siswa pasif dalam pembelajaran. 3). Materi yang terpisah – pisah tidak dikoordinasi oleh guru sehingga kurang di minati oleh siswa. 4). Materi terlalu banyak dan luas sehingga siswa sulit untuk menangkap dan memahaminya. 5). Guru – guru cenderung untuk melakukan rutinitas mengajar yang didasarkan atas pengalaman dan kebiasaan tanpa memperhatikan hal-hal yang mempengaruhi proses pembelajaran. 6). Guru sering menugaskan siswa mencatat tanpa memberikan penjelasan. 7). Sarana dan prasarana kurang memadai.

Hal tersebut membuat siswa menjadi tidak tertarik dan lebih memilih asyik dengan kesibukannya sendiri seperti: keluar masuk kelas, mengganggu teman, bermain HP, ngobrol, mengantuk dan sebagainya. Ketika diadakan evaluasi ringan, banyak diantaranya yang menunjukan ketidak mengertiannya, lalu mereduksi bahwa pembelajaran tersebut sulit dan menjenuhkan. Uraian di atas merupakan gambaran suasana pembelajaran yang terjadi di kelas. Dampak dari proses pembelajaran yang kurang mengesankan ini, memicu menurunnya aktivitas siswa pada pembelajaran, akhirnya berimplikasi terhadap rendahnya prestasi belajar siswa.

Berdasarkan uraian tersebut, salah satu faktor yang diduga penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik adalah kurang tepatnya guru dalam memilih media yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Untuk mengupayakan peningkatan hasil belajar siswa akan pembelajaran yang berlangsung, oleh karena itu sangat diperlukan media pembelajaran. Menurut Arif S. Sadiman (1986:7) media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi. Ada beberapa bentuk media yang digunakan dalam belajar pada sekolah yakni Wallchart, Flipchart, Transparansi, o’pack, modul, model, komputer dan lain sebagainya. Media  yang digunakan dalam penelitian ini adalah media dengan menggunakan modul. Modul dapat memberikan kemudahan untuk siswa dalam belajar karena materi yang diberikan tersusun sistematis, tertulis dan bisa langsung di baca siswa.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik meneliti ”Bagaimanakah hasil belajar siswa jika dalam pembelajaran teori menggunakan media modul”? Untuk itulah penelitian ini penulis rasakan perlu untuk diteliti.

B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang timbul, yakni:

  1. Apakah pada waktu menyajikan materi di dalam kelas, sebagian guru tidak menggunakan media pembelajaran?
  2. Bagaimana  upaya penggunaan media dengan modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa?
  3. Apakah penggunaan media dengan modul dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa?.
  4. Apakah banyak siswa yang keluar masuk kelas di waktu proses pembelajaran?
  5. Apakah ada siswa yang tidur (kurang bersemangat dan berminat) dalam belajar?
  6. Bagaimana  keaktifan siswa dalam proses interaksi pembelajaran?
  7. Bagaimana pengaruh lingkungan sekitar, terhadap siswa apakah cenderung bermain daripada belajar?
  8. Apakah ada bahan bacaan wajib bagi siswa agar memiliki dasar tentang materi yang diberikan?
  9. Apakah guru sering menugaskan siswa mencatat tanpa memberikan penjelasan?

C.    Batasan Masalah

Agar dalam penelitian ini didapat suatu kesimpulan yang baik maka dari beberapa masalah penulis membatasi pada ” Bagaimana upaya penggunaan media dengan modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa Pada Mata Pelajaran Elektronika Dasar Terapan Kelas X TAV Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Merlung”

D.    Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas dapat dirumuskan masalah-masalah yang perlu diteliti lebih lanjut: “Apakah penggunaan media dengan modul Dapat Mempengaruhi Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Elektronika Dasar Terapan Kelas X TAV Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Merlung?”.

E.     Tujuan Penelitian

Tujuan dari pembuatan Penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi peningkatan hasil belajar menggunakan media dengan modul

F.     Manfaat Penelitian

Manfaat dari pembuatan penelitian ini adalah :

  1. Sebagai alat evaluasi dalam pembelajaran.
  2. Sebagai masukan bagi guru dalam mengajar.

Bahan bacaan dan penelitian lanjut bagi peneliti lainnya.

Categories: PTK | Tags: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: