Skripsi pengaruh Pemberian Tes Kecil Pada Siswa SMK


PENGARUH PEMBERIAN TES KECIL SETIAP AKHIR TATAP MUKA TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR MATA DIKLAT MKDLE SISWA KELAS 1 SMKN 2 PAYAKUMBUH

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Salah satu masalah yang menjadi sorotan dalam dunia pendidikan adalah masalah mutu pendidikan. Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurangnya perhatian terhadap dunia pendidikan selama ini. Berbagai upaya terus dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan, diantaranya penyempurnaan, pengembangan dan pembinaan pendidikan, baik dari pihak pemerintah maupun pihak yang berhubungan langsung dengan pendidikan tersebut. Salah satu penyempurnaan yang dilakukan diantaranya penyempurnaan kurikulum, seperti kurikulum 1980 disempunakan menjadi kurikulum 1984, kurikulum 1999 dan disempurnakan terus menerus hingga Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP).

Dalam penyempurnaan kurikulum tersebut terdapat beberapa tujuan diantaranya menghasilkan tamatan Sekolah Menengah Kejuruan yang mampu terjun langsung ke dunia kerja secara profesional, baik sebagai tenaga mandiri maupun sebagai tenaga pekerja. Salah satu tujuan dari kurikulum adalah ketuntasan belajar bagi siswa dalam setiap mata pelajaran yang telah ditetapkan.

D.N Adjai Robinson (1988: 12) mengemukakan bahwa “guru merupakan faktor yang berpengaruh di samping murid, demikian tujuan dan kondisi atau situasi yang terlibat langsung bagi terjadinya proses belajar termasuk sarana belajar”. Dari kutipan di atas, proses belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya guru, murid, tujuan dan kondisi/situasi serta sarana dan prasarana belajar.Pencapaian tujuan kurikulum ini juga sangat ditentukan oleh guru. Dalam hal ini, gurulah yang langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar di kelas. Guru merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab terhadap keberhasilan belajar siswa.

Guna mencapai hasil belajar yang tuntas, guru harus berusaha memiliki dan melaksanakan proses belajar mengajar yang dapat merangsang kegiatan belajar siswa semaksimal mungkin.  Strategi belajar mengajar yang dituntut pada saat sekarang ini adalah strategi belajar mengajar yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Salah satu upaya yang dilakukan guru agar diperoleh hasil yang optimal adalah dengan menciptakan suasana belajar yang dapat melibatkan siswa secara aktif. Keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar akan memungkinkan siswa tersebut dapat mengembangkan potensi yang ia miliki dengan baik dan mencapai taraf kematangan yang optimal. Pengaktifan siswa secara terarah akan dapat mengefektifkan proses belajar mengajar.

Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan tanggal 17 November 2008 dan selama melakukan kegiatan PPLK (Praktek Pengalaman Latihan dan Kependidikan) di SMK Negeri 2 Payakumbuh terlihat bahwa masih banyak siswa yang kurang aktif saat proses belajar mengajar berlangsung serta belum tercapainya ketuntasan belajar yang telah ditetapkan kepada siswa khususnya pada mata diklat Menguasai Konsep Dasar Listrik dan Elektronika, yang semuanya itu berdampak negatif terhadap pemahaman materi yang diberikan guru selanjutnya.

Sardiman A.M  (1985: 165) mengemukakan bahwa ”pembelajaran tuntas adalah suatu sistem belajar yang mengharapkan sebagian besar siswa dapat menguasai tujuan instruksional umum (Basic Learning Objektivies) dari satuan atau unit pelajaran secara tuntas, untuk dianggap tuntas diperlukan standar patokan”.

Ketuntasan belajar yang ditetapkan disini adalah sesuai dengan tuntutan Pedoman Ketuntasan Belajar merupakan salah satu muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Standar ketuntasan belajar siswa ditentukan dari hasil prosentase penguasaan siswa pada Kompetensi Dasar dalam suatu materi tertentu. Kriteria ketuntasan belajar setiap Kompetensi Dasar berkisar antara 0-100%. Menurut Departemen Pendidikan Nasional, idealnya untuk masing-masing indikator mencapai 75%. Sekolah dapat menetapkan sendiri kriteria ketuntasan belajar sesuai situasi dan kondisi masing-masing secara berkelanjutan sampai mendekati ideal. Dalam hal ini SMK Negeri 2 Payakumbuh menetapkan standar ketuntasan belajar siswa yaitu 70%.

Berdasarkan pengamatan penulis selama melakukan kegiatan PPLK di SMK N 2 Payakumbuh didapatkan bahwa belum tuntasnya belajar mata diklat MKDLE (Menguasai Konsep Dasar Listrik dan Elektronika) siswa kelas 1TPTL1 dan 1TPTL2 di SMK N 2 Payakumbuh secara klasikal maupun individual yang diambil dari nilai rapor semester 1 tahun 2008 dilakukan pada siswa masing-masing berjumlah 36 orang, didapatkan data bahwa :

Tabel.1

Kelas

Persentase nilai > 7

Jumlah Siswa

Persentase nilai < 7

Jumlah Siswa

1TPTL1

78 %

28 orang

22 %

8 orang

1TPTL2

78 %

28 orang

22 %

8 orang

 

Dari tabel1 di atas dapat dilihat bahwa siswa yang tuntas hanya 28 orang dengan  persentase sekitar 78 % dan siswa yang tidak tuntas  sebanyak 8 orang dengan persentase sekitar 22 %. Hal ini menyebabkan siswa tersebut harus mengulang kembali mata diklat MKDLE pada semester berikutnya. Supaya permasalahan tersebut tidak terulang kembali, guru harus mencari cara yang tepat untuk pemecahan masalah tersebut. Langkah yang dapat ditempuh oleh guru sebagai upaya untuk melibatkan siswa secara aktif guna meningkatkan ketuntasan belajar siswa antara lain dengan memberikan berbagai macam strategi belajar mengajar dan pemberian motivasi agar siswa dapat belajar lebih baik lagi.

Pengalaman Rosmiyati dalam penelitiannya tahun 2004 menunjukkan bahwa siswa akan belajar giat dan berusaha lebih keras apabila mereka mengetahui bahwa di akhir program yang ditempuh akan diadakan tes untuk mengetahui prestasi mereka. Jika siswa mengetahui akan ada tes maka dengan sendirinya siswa akan termotivasi untuk belajar dengan giat. Hal ini juga didukung oleh pendapat Anwar (1987: 23) bahwa tes dapat dilakukan sebagai sarana memberikan motivasi untuk belajar.

Berdasarkan pendapat di atas salah satu upaya guru untuk memotivasi siswa adalah dengan pemberian tes kecil setiap akhir tatap muka.. Dimana guru mengadakan ulangan atau tes sesering mungkin secara teratur sehingga pelajaran yang diajarkan benar-benar dipahami oleh siswa, sehingga ketuntasan belajar materi berikutnya bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Hamalik (1995: 85-87) menyatakan bahwa hasil belajar akan menjadi lebih mantap apabila kepada siswa sering diberikan ulangan dan latihan secara kontiniu, sistematis dan terbimbing. Sejalan dengan penelitian tersebut di atas penulis berpendapat bahwa semakin sering tes dilakukan, maka semakin berprestasi siswa tersebut.

Menguasai Konsep Dasar Listrik dan Elektronika (MKDLE) merupakan mata diklat kejuruan bidang keahlian elektro listrik bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan, yang membahas mengenai konsep-konsep dasar bidang keahlian elektro dan elektronika. Penguasaan mata diklat MKDLE cukup menentukan pemahaman siswa secara lanjut terhadap mata diklat lainnya, sehingga diharapakan siswa benar-benar tuntas menguasai konsep-konsep MKDLE dengan baik. Untuk itu memang perlu adanya usaha pemberian tes kecil setiap akhir tatap muka pada mata diklat MKDLE guna mencapai ketuntasan belajar yang diharapkan.

Bertitik tolak dari uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang pemberian tes kecil sebagai upaya untuk mencapai ketuntasan belajar siswa kelas 1 SMKN 2 payakumbuh. Maka penelitian ini diberi judul : Pengaruh Pemberian Tes Kecil Setiap Akhir Tatap Muka Terhadap Ketuntasan Belajar Mata Diklat MKDLE Siswa Kelas 1 SMKN 2 Payakumbuh.

B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka identifikasi masalah pada penelitian ini adalah :

  1. Penyebab siswa kurang termotivasi dalam belajar.
  2. Pengaruh tes kecil terhadap ketuntasan belajar siswa.

C.    Pembatasan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini dibatasi dalam hal sebagai berikut:

  1. Pengaruh pemberian tes kecil setiap akhir tatap muka terhadap ketuntasan belajar siswa SMK Negeri 2 Payakumbuh.
  2. Mata diklat yang diuji pada penelitian ini adalah Menguasai Konsep Dasar Listrik dan Elektronika (MKDLE).

D.    Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah maka masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh pemberian tes kecil setiap akhir tatap muka terhadap ketuntasan belajar MKDLE siswa kelas 1 SMK N 2 Payakumbuh.

 E.     Hipotesis

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah dikemukakan, penulis mengajukan hipotesis yaitu tidak terdapat pengaruh yang berarti antara ketuntasan belajar yang diberi tes kecil setiap akhir tatap muka dengan tanpa tes kecil setiap akhir tatap muka pada mata diklat MKDLE siswa kelas 1 SMK N 2 Payakumbuh.

F.     Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang ingin diteliti dan informasi yang diharapkan maka penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh yang berarti dengan memberikan tes akhir setiap tatap muka terhadap ketuntasan belajar siswa.

G.    Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk :

  1. Pertimbangan bagi guru mata diklat MKDLE untuk pemberian tes kecil setiap akhir tatap muka.
  2. Menjadi pedoman bagi penulis dalam membina siswa setelah terjun ke lapangan.

Sebagai salah satu sumber informasi bagi guru mata diklat MKDLE dalam pemilihan strategi belajar mengajar.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , , | 9 Komentar

Navigasi pos

9 thoughts on “Skripsi pengaruh Pemberian Tes Kecil Pada Siswa SMK

  1. halo, perkenalkan nama saya dien.
    bahasan skripsi ini cukup menarik, bolehkan saya tahu buku sumber apa saja yang digunakan untuk penulisan ini?
    thanks =)

  2. Alexandra

    HY. aku sdkit trtarik dgan juskirp x.bolehkah aku tahu yang di kajian pustakax?

  3. ifa

    sederhana tp bagus, bolehkan saya tahu buku sumber apa saja?
    tq.

  4. bahril

    saya tertarik untuk mencoba di kelas..
    kira2 boleh saya tahu referensi ap yang digunakan? apkah sya juga boleh tahu bahasan kajian pustakanya seperti apa?
    Salam Kenal dari Bukittinggi ( Sumatera Barat )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: