TESIS S2 MEDIA TUTORIAL PADA SISWA SMK


”EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA CD TUTORIAL INTERAKTIF DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI (KKPI) DI SMK N 6 PADANG”

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Perkembangan dunia pendidikan secara lagsung maupun tidak langsung saat ini dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Akhir-akhir ini telah bermunculan berbagai produk teknologi yang dapat dipergunakan dalam dunia pendidikan untuk memberikan peluang kepada para pendidik dan praktisi pendidikan untuk berusaha meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan proses belajar mengajar serta penemuan metode yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Rosenberg, dalam Rita (2002:5) dengan berkembangnya penggunaan teknologi komunikasi dan informasi ada 5 pergeseran dalam proses pembelajaran, yaitu:

1)      Dari pelatihan dan ke penampilan

2)      Dari ruang kelas ke dimana dan kapan saja

3)      Dari kertas ke “on-line”

4)      Dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja

5)      Dari waktu siklus ke waktu nyata

 

Kemajuan teknologi informasi berdampak positif bagi dunia pendidikan. Teknologi informasi khususnya teknologi komputer baik dalam perangkat keras maupun lunak, memberikan banyak tawaran dan pilihan bagi dunia pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran.

Guru merupakan ujung tombak dan titik sentral untuk mewujudkan kemajuan pendidikan di sekolah. Betapapun baik dan lengkapnya kurikulum, metoda, media atau sumber belajar, sarana dan prasarana lainnya tanpa adanya guru profesional mustahil tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.

Dengan upaya optimalisasi kompetensi yang dilakukan masing-masing guru di sekolah, prestasi siswa akan dapat ditingkatkan dan hasil belajar siswa yang rendah juga dapat ditingkatkan melalui perbaikan proses pembelajaran yang lebih baik.

Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah adalah Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI). Dalam kegiatan belajar mengajar bidang studi KKPI, selain siswa dituntut mrmpunyai keterampilan praktek, siswa juga dituntut untuk mampu menguasai secara teori. Oleh karena itu, diperlukan media untuk mempermudah siswa menguasai materi pelajaran dan keterampilan praktek. Adapun tujuan utama KKPI adalah membekali tamatan SMK agar tanggap terhadap informasi (information literate) dan menggunakan komputer sebagai alat bantu.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mengemban amanah untuk menghasilkan tamatan yang memiliki kompetensi tenaga kerja tingkat menengah. Kompetensi dimaksud mencakup seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku bagi siswa untuk melaksanakan tugas tertentu. Acuan yang digunakan untuk memenuhi komptetensi siswa ialah kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja baik Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau standar kompetensi suatu lembaga internasional yang kredibelitasnya telah diakui secara global. Salah satu indikasi keberhasilan sekolah dalam mewujudkan siswa yang berkualitas adalah ditunjukkan dengan hasil belajar yang tinggi. Namun, berdasarkan fakta yang diperoleh, diketahui bahwa hasil belajar yang diperoleh siswa masih rendah, khususnya mata pelajaran KKPI, dengan SKBM/KKM 7.00. Adapun nilai rata-rata yang diperoleh siswa kelas XI pada semester pertama tahun ajaran 2009/2010 dapat dilihat pada tabel 1 berikut;

 

Tabel 1. Rata-rata Perolehan Hasil Belajar KKPI

 Siswa SMKN 6 Semester 1 Tahun Ajaran 2009/2010

 

No

Kelas

Rata-rata

1

XI R1

7.02

2

XI R2

7.05

3

XI BU1

6,70

4

XI BU2

6.70

5

XI BU3

6.75

6

XI TKR

6.05

7

XI TKK

6.12

8

XI PH1

7.08

9

XI PH2

7.20

Total Rata-rata

6.65

Sumber: Guru Mata Pelajaran KKPI SMK N 6 TP. 2009/2010

Berdasarkan  tabel 1 di atas, rata-rata perolehan nilai siswa pada kelas XI, berkisar pada angka 6.05 hingga 7.20. Data ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai KKPI siswa masih ada yang belum mencapai SKBM/KKM dan secara klasikal total rata-rata kelas XI 6,65 atau < 7.00.

Dari hasil observasi awal, ditemukan beberapa fenomena pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru dalam pengajaran KKPI, antara lain: (1) pendekatan pembelajaran masih terlalu di dominasi guru (teacher centered), seperti guru lebih banyak menggunakan pendekatan ceramah tanpa diiringi pendekatan lain, (2) penggunaan pendekatan kurang tepat dengan materi pembelajaran, seperti tidak dihubungkan dengan bentuk nyata, (3) pembelajaran yang dilakukan tidak menggunakan media yang menantang siswa dalam pembelajaran, akibatnya guru lebih banyak menempatkan siswa sebagai objek dan bukan sebagai subjek didik.

Fenomena permasalahan di atas mengindikasikan bahwa metode pembelajaran yang digunakan guru dalam pengajaran KKPI di SMK N 6 Padang masih bersifat konvensional seperti terlalu banyak menggunakan ceramah, kurang menyesuaikan dengan materi pembelajaran, tidak menggunakan media yang menantang dan kegiatan siswa yang kurang memperhatikan lingkungan belajarnya. Pendekatan dengan cara ini diindikasikan berpengaruh terhadap rendahnya motivasi belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Media pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan karena ikut menentukan keberhasilan pembelajaran. Kegunaan media dalam kegiatan pembelajaran adalah untuk memfasilitasi proses komunikasi dan belajar. Kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari proses komunikasi, dimana informasi dari sumber belajar perlu disampaikan kepada penerima (siswa). Di sinilah letak pentingnya media sebagai perantara atau saluran yang membawa informasi atau materi dari sumber belajar pada penerima. Jika media atau saluran itu baik dan tepat sesuai dengan muatan yang dibawa, maka informasi akan diterima baik oleh siswa. Demikian sebaliknya, jika media tidak tepat akan mengalami gangguan, maka informasi yang akan disampaikanpun tidak dapat diterima dengan baik oleh siswa.

Berdasarkan teori komunikasi bermedia, maka media dapat berperan  mengubah skemata pengetahuan seseorang melalui siklus proses komunikasi (Abizar 2004). Dalam komunikasi pembelajaran, seorang siswa pada dasarnya telah memilliki skemata pengetahuan yang diperoleh sebelumnya atau dari pengalaman hidupnya. Skemata ini dapat bersifat lemah atau kuat tergantung masing-masing individu siswa. Jika skemata ini lemah maka ia akan mudah untuk diarahkan atau diubah oleh pemberi stimulus, demikian sebaliknya jika skemata ini kuat maka akan sulit untuk diubah. Jika media digunakan dalam komunikasi pembelajaran, maka media turut serta berperan utama membangun dan bahkan mengubah skemata siswa. Oleh karena itu, penggunaan media dalam pembelajaran harus memperhatikan kesesuaian dengan karakteristik siswa, sehingga informasi atau materi pembelajaran yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

Media audiovisual merupakan media instruksional modern. Media ini memiliki banyak keunggulan dan dinilai mampu  menjadi solusi dalam mengatasi rendahnya motivasi dan turunnya hasil belajar. Di antara keunggulan yang dimiliki media tersebut ialah mampu memvisualisasikan bahan ajar dalam bentuk pandang dan sekaligus dilengkapi audio untuk memfasilitasi bentuk dengar. Apabila media dengan kombinasi pandang dan dengar ini digunakan guru untuk mengajar di muka kelas, maka guru dimungkinkan akan sangat mudah menanamkan konsep dasar yang besar, konkret dan realistis.

Beberapa manfaat praktis dari penggunaan media audiovisual dalam proses pembelajaran, diantaranya: (1) media ini dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan mengarahkan proses dan hasil belajar; (2) dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian peserta didik sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar; (3) dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu; serta (4) dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada peserta didik tentang peristiwa di lingkungan mereka. (Azhar, 2003)

Dalam penelitian ini media yang akan dipakai adalah media CD tutorial interaktif. Media CD tutorial interaktifadalah sebuah software yang dapat merekam segala sesuatu yang sedang berlangsung pada layar monitor komputer. Oleh karena itu, software ini biasanya digunakan untuk membuat video tutorial atau video presentasi. Software ini sangat mudah digunakan dan hasilnya cukup memuaskan sehingga materi dalam CD tutorial interaktifdapat dengan mudah sampai atau ditangkap oleh kebanyakan orang.

Program pembelajaran interaktif model CD tutorial interaktif  merupakan paket program yang memberikan informasi atau materi tentang pengenalan, penggunaan, serta penerapan pembelajaran software atau perangkat lunak tertentu menggabungkan unsur audio visual, yang disertai menu-menu pilihan tentang isi materi yang disajikan sehingga menawarkan keunggulan dalam pemanfaatan bidang pembelajaran khususnya mata pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) yang saat ini dirasakan sangat dibutuhkan keberadaannya dalam membantu memperkaya pengetahuan siswa dan mengatasi permasalahan sumber daya manusia pengajar di sekolah.

Dalam kegiatan belajar motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelansungan dan membentuk  arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yangtidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Motivasi adalah syarat mutlak untuk belajar. Di sekolah ada juga siswa yang bermotivasi tinggi  seperti belajar dengan penuh hati-hati, memiliki kemauan yang tinggi, mengerjakan tugas dengan baik, dan siswa yang bermotivasi rendah seperti siswa malas, tidak menyenangkan, suka membolos jenuh, tidak  respek dan lain-lain. Dalam hal demikian berarti siswa kurang termotivasi dalam belajar.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti apakah penerapan media pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar KKPI siswa. Untuk selanjutnya penelitian ini diberi judul ”Efektifitas Penggunaan Media CD Tutorial Interaktif dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) di SMK N 6 Padang”.

 

  1. B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:

  1. Pendekatan pembelajaran masih terlalu di dominasi guru (teacher centered), seperti guru lebih banyak menggunakan pendekatan ceramah tanpa diiringi pendekatan lain
  2. Penggunaan pendekatan pembelajaran kurang tepat dengan materi pembelajaran
  3. Pembelajaran yang dilakukan tidak menggunakan media yang efektif.
  4. Masih banyaknya siswa yang kurang perhatian dengan lingkungan belajar. Hal ini terlihat dari kegiatan siswa membuka program lain pada saat guru menjelaskan materi di depan kelas dan bermain-main ketika praktek di workshop.
  5. Masih rendahnya motivasi siswa di dalam kegiatan pembelajaran.
  6. Hasil belajar siswa masih banyak yang rendah.

 

  1. C.    Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah terlihat bahwa banyak faktor yang diduga mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa. Mengingat banyaknya faktor tersebut, maka dalam penelitian ini hanya dibatasi pada penggunaan media pembelajaran audiovisual terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah media CD tutorial interaktif. Penggunaan CD tutorial interaktif ini akan dapat membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Motivasi belajar dibatasi dengan indikator: (1) ketekunan dan kesabaran, (2) semangat dan kegairahan, dan (3) tanggung jawab siswa dalam belajar. Dengan adanya motivasi dalam diri siswa tersebut, maka akan dapat meningkatkan hasil belajarnya.

 

 

D. Perumusan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Apakah hasil belajar kelompok siswa yang diajar dengan media CD tutorial interaktif lebih tinggi dari pada kelompok siswa yang belajar dengan media konvensional?
  2. Apakah hasil belajar kelompok siswa yang mempunyai motivasi tinggi dengan menggunakan media CD tutorial interaktif lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan media konvensional?
  3. Apakah hasil belajar siswa yang mempunyai motivasi rendah dengan menggunakan media CD tutorial interaktif lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan media konvensional?
  4. Apakah terdapat interaksi antara media CD tutorial interaktif dengan motivasi belajar siswa?

 

 

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkap:

  1. Perbedaan hasil belajar kelompok siswa yang diajar dengan media CD tutorial interaktif daripada siswa yang belajar dengan media konvensional.
  2. Perbedaan hasil belajar siswa yang mempunyai motivasi tinggi yang belajar dengan menggunakan media CD tutorial interaktif daripada siswa yang belajar dengan media konvensional.
  3. Perbedaan hasil belajar siswa yang mempunyai motivasi rendah yang belajar dengan menggunakan media CD tutorial interaktif daripada siswa yang belajar dengan media konvensional.
  4. Apakah terdapat interaksi antara media CD tutorial interaktif dengan motivasi belajar siswa?

 

F. Kegunaan Penelitian

Kegunaan yang diharapkan dalam penelitian ini diantaranya adalah:

  1. Manfaat teoretis
    1. Mengembangkan konsep ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait dalam rangka pengembangan media pendidikan.
    2. Pengembangan konsep media pembelajaran, pembelajaran berasas komputer, dan pembelajaran interaktif.
    3. Manfaat praktis
      1. Khusus untuk para guru, penelitian mengenai penggunaan program pembelajaran interaktif model CD multimedia interaktif  ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan kualitas belajar mengajar dalam hal penyajian materi pelajaran dengan menggunakan media, serta memberikan motivasi dalam mengembangkan kreatifitas mereka untuk menyusun dan merancang media pembelajaran, khususnya menggunakan teknologi komputer.
      2. Bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat menggali potensi dan kemampuan yang dimiliki siswa dalam hal penguasaan Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam mendukung proses pembelajaran.
      3. Bagi sekolah, penelitian ini sebagai wahana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penambahan khasanah penggunaan media pendidikan di sekolah.
      4. Khusus bagi peneliti, diharapkan mampu mengembangkan dan menerapkan konsep dan prinsip pengembangan media pembelajaran, lebih jauh lagi memberikan masukan dalam peningkatan kualitas khususnya yang berhubungan dengan penyediaan dan pengembangan media pendidikan.
Categories: Tesis | Tags: , , , , , | 9 Komentar

Navigasi pos

9 thoughts on “TESIS S2 MEDIA TUTORIAL PADA SISWA SMK

  1. nini

    bisa tdk kita kasi skripsi lengkapnya….makasih sebelumya

  2. ada gak file lengkapnya ini gan? saya berminat meneliti

    • waduh, mahasiswa tu tauladan seharusnya dalam bersikap. salam dulu, kenalin dulu siapa anda baru anda sampaikan maksud anda. pasti orang akan dengan senang hati menanggapi.

  3. erma russanty

    mohon kesediaanya skripsi lengkapnya dunk ,,, maksih sebelumnya

  4. saripah laila

    salam kenal saya dari mahasiswa PPS IAIN Samarinda, sy tertarik ingin membaca isi dari keseluruhan dengan tesis saya.mohon kirim file lengkap ya mas. terimakasih LaylaNazreya@gmail.com

  5. saripah laila

    salam kenal dari mahasiswa PPS IAIN Samarinda, mohon kesediaannya untuk mengirimi saya selangkapnya isi judul tesis ini ya.terimakasih LaylaNazreya@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: