Skripsi Biologi Tentang Perbandingan Model Pembelajaran


PERBANDINGAN MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) DENGAN LEARNING CYCLE “5E” TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 BUKIT SUNDI

BAB I

PENDAHULUAN

 A.  Latar Belakang

Peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetap menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia saat ini. Menurut BSNP (2006:1). “Peningkatan pendidikan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global”. Berdasarkan pendapat tersebut berarti pendidikan yang dilaksanakan harus dapat menciptakan manusia yang siap menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan zaman yang sedang berkembang.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) khususnya Biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurut Sismanto (dalam,http://mkpd.wordpress.com/2007/5/21) ”pembelajaran Biologi merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dunia”.

Berdasarkan hal di atas tergambar jelas tugas dan tanggung jawab yang diemban guru dalam proses pembelajaran Biologi di sekolah yang merupakan jenjang pendidikan formal memberikan pandangan positif kepada siswa bahwa pembelajaran Biologi tersebut sangat mengasyikkan dan memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tanggal 19 September 2012 penulis melakukan observasi dan wawancara di SMP N 2 Bukit Sundi didapatkan informasi bahwa dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran Biologi di kelas IX masih didominasi pandangan bahwa materi pembelajaran tersebut sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber belajar utama, kemudian metode ceramah menjadi pilihan utama dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga siswa cepat bosan dan menganggap pembelajaran Biologi tidak menarik dan akhirnya belajar tidak menjadi kebutuhan bagi mereka. Akibatnya, nilai siswa menjadi rendah. Ini terbukti dari satu kali ulangan harian (UH) yang dilaksanakan hasilnya masih berada di bawah standar ketuntasan belajar siswa, yaitu rata-rata UH I adalah 6,33. Sementara itu pernyataan yang diadopsi dari pendapat Susanto (2007:41) Menyatakan bahwa  batas akhir hasil tes yang diperoleh siswa untuk mencapai ketuntasan belajar adalah 7,50.

Berdasarkan kenyataan di atas guru hendaknya dapat merancang dan mempersiapkan suatu pembelajaran dengan memotivasi awal sehingga dapat menimbulkan pertanyaan dalam diri siswa tentang apa yang ingin diketahui dari pembelajarannya itu. Dengan begitu, guru yang bertugas dapat mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berfikir siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Biologi berdasarkan penemuan (inkuiri).

Dari pendapat diatas terlihat bahwa pembelajaran Biologi menuntut  siswa untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan tidak dengan jalan mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi dengan jalan menemukan dan memahaminya sendiri sebagai hasil kemandiriannya.

Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran Biologi. Titik tolak untuk penentuan model pembelajaran adalah perumusan tujuan pengajaran secara jelas. Agar siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara optimal, guru harus memikirkan pertanyaan berikut: “model pembelajaran manakah yang paling efektif dan efesien untuk membantu tiap siswa dalam pencapaian tujuan yang telah dirumuskan?” Pertanyaan ini sangat sederhana namun sukar untuk dijawab, karena tiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda. Tetapi model pembelajaran memang harus dipilih untuk membantu siswa mencapai tujuan secara efektif dan poduktif.

Proses belajar terjadi secara internal, agar proses belajar tersebut mengarah kepada tercapainya tujuan, maka guru harus merencanakan berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan perubahan tingkah laku siswa sesuai apa yang diharapkan. Pencapaian tersebut diperlukan suatu model pembelajaran yang efektif.

Model pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien. Dick dan Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.

Pada dasarnya model pembelajaran apapun akan memberikan hasil yang baik apabila digunakan pada bahan pelajaran yang sesuai dan pada waktu yang tepat. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan efektif sesuai dengan tujuan yang akan dicapai memerlukan waktu yang cukup lama, karena guru harus membandingkan model pembelajaran yang satu dengan model yang lainnya.

Berangkat dari pemikiran tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Perbandingan Model Group Investigation (GI) dengan Learning Cycle “5E” terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Bukit Sundi”.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Skripsi Biologi Tentang Perbandingan Model Pembelajaran

  1. Yudis Ega Ahmad

    Bang Saya mau membuat skripsi yg berhubungan dgn kain songket Palembang..
    Saya mohon bantuan nya untuk meminta file Abang..
    blh krm ke email Saya
    yudis_ega87@yahoo.com
    yega45@yahoo.com

    Saya mohon sekali abang berkenan membantu Saya
    Sblm & sesudahnya Saya ucapkan ribuan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: