Skripsi Hubungan Keterampilan Guru Mengajar dengan Tata Tertib Sekolah


HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KETRAMPILAN GURU MENGAJAR DAN SIKAP SISWA TENTANG TATA TERTIB SEKOLAH DENGAN HASIL BELAJAR DASAR-DASAR ELEKTRONIKA PADA SISWA KELAS II JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA DI SMK NEGERI 1 BIREUEN TAHUN AJARAN 2008 / 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Salah satu usaha yang dilakukan untuk mewujudkan manusia indonesia seutuhnya adalah pendidikan. Dengan pendidikan ini dapat meningkatkan kualitas setiap individu yang secara langsung maupun tidak langsung dipersiapkan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam rangka mensukseskan pembangunan bangsa. Oleh karena itu pendidikan nasional yang berdasarkan pancasila bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air dapat membangun dirinya sendiri, dan bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Pendidikan dapat diperoleh secara formal dan informal. Pendidikan formal dapat diperoleh disekolah atau lembaga pendidikan, sedangkan pendidikan in formal dapat diperoleh dilingkungan keluarga dan masyarakat. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu dari lembaga pelaksanaan dan wahana pendidikan mempunyai tujuan seperti yang tertuang dalam garis-garis besar program pengajaran (GBPP). Kurikulum 2004 bidang keahlian teknik sebagai bagian dari pendidikan menengah kejuruan yang bertujuan menyiapkan siswa atau tamatan untuk memasuki lapangan kerja, mengembangkan profesionalitas, mampu mengembangkan karir, mampu berkompetensi dan mengembangkan diri, menjadi tenaga pekerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usahan dan industri saat ini maupun masa yang akan datang menjadi warga negara yang produktif, adaptif, kreatif dan menciptakan lapangan kerja.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan juga merupakan salah satu lembaga yang ikut membentuk dan membina sikap anggota masyarakat, terutama sekali mereka yang mengikuti pendidikan formal. Aspek sikap ini tidak hanya penting bagi masyarakat tetapi juga penting bagi diri sendiri.

Dewasa ini aspek sikap dirasakan telah menurun dikalangan masyarakat dan lingkungan sekolah. Pelanggaran Tata tertib-Tata tertib sekolah oleh para siswa khususnya, sangat sering kita dengar seperti tidak masuk atau meninggalkan sekolah tanpa izin, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, tidak berpakaian seragam, membuka buku waktu ujian dan perkelahian massal antar sekolah.

Menurut Slamet Iman Santoso dan Saiful Bahri Djamarah (2002) “Perkembangan watak dapat dilakukan antara lain dengan penanaman sikap atau sifat. Sifat jujur, berdisiplin, sadar akan kemampuan diri serta kehormata diri.”

Kesadaran akan pentingnya pendidikan formal telah meluas dikalangan masyarakat. Pengertian akan manfaat pendidikan formal ini akan mendorong orang untuk lebih memperhatikan pelaksanaan pendidikan yang dilakukan oleh sekolah. Orang tua sering menumpahkan harapan akan keberhasilan anaknya terhadap jasa-jasa sekolah. Perhatian yang besar ini akan menimbulkan sorotan yang semakin tajam terhadap sekolah, sehingga jika terjadi keganjilan maka akan cepat diketahui dan tersebar luas. Sehingga timbullah pendapat yang menyatakan bahwa siswa SMK sekarang ini kurang disiplin atau tidak disiplin.

Hal yang bertalian erat dengan persepsi siswa terhadap hasil belajar adalah Tata tertib dan Tata tertib sekolah beserta penerapannya. Tata tertib tatatertib sekolah yang baik dan bermanfaat dan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan mempengaruhi persepsi siswa dan selanjutnya akan mempengaruhi hasil belajar siswa.

Salah satu faktor baik tidaknya persepsi siswa adalah guru, dalam proses belajar mengajar. Guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Guru bertanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa. Guru berperan aktif untuk mengakibatkan motifasi siswa dalam belajar. Ada empat hal yang dapat dikerjakan guru dalam memberikan motivasi kepada siswa ( Slameto, 1995 ; 98 ) : (1) membangkitkan dorongan kepada siswa untuk belajar, (2) menjelaskan secara konkrit kepada siswa apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran, (3) memberikan ganjaran terhadap prestasi yang tidak dicapai siswa sehingga dapat merangsang siswa untuk mencapai prestasi yang lebih baik dikemudian hari, dan (4) membentuk kebiasaan belajar yang baik.

Untuk mewujudkan hal-hal diatas guru adalah sebagai faktor yang paling mendukung dalam peningkatan hasil belajar siswa disekolah, oleh karena itu guru hendaknya menguasai ketrampilan mengajar dan menerapkannya dalam proses belajar mengajar. Untuk mewujudkan hal-hal diatas maka ada beberapa faktor yang hendaknya dikuasai oleh guru dalam proses peningkatan hasil belajar mengajar disekolah, ada delapan ketrampilan guru mengajar yang diharapkan di miliki oleh setiap guru dalam proses belajar mengajar, yaitu: (1) ketrampilan bertanya, (2) ketrampilan memberi penguatan, (3) ketrampilan mengadakan variasi, (4) ketrampilan menjelaskan, (5) ketrampilan membuka dan menutup pelajaran, (6) ketrampilan membimbing diskusi, (7) ketrampilan mengelola kelas, dan (8) ketrampilan mengajar kelompok kecil.

Dalam proses belajar mengajar ketrampilan guru mengajar akan merangsang ketertiban mental dan fisik siswa. Siswa akan memberi respon yang baik terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Respon yang diberikan siswa yang disebut dengan motivasi untuk berprestasi.

Guru yang memiliki ketrampilan mengajar yang baik dalam kegiatan belajar mengajar akan merangsang dan mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan belajar, sehingga diperoleh hasil belajar yang baik sesuai dengan tujuan yang dicapai.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka peneliti merasa tertarik untuk mengadakan penelitian yang berkaitan dengan Persepsi Ketrampilan Guru Mengajar dan sikap tentang tata tertib sekolah dalam proses belajar mengajar dengan hasil belajar siswa, judul penelitian yang harus diteliti adalah : Hubungan antara Persepsi Ketrampilan Guru Mengajar dan sikap siswa tentang tata tertib sekolah dengan hasil belajar Dasar-dasar Elektronika pada siswa kelas II jurusan Teknik Elektronika di SMK Negeri 1 Bireuen Tahun Ajaran 2008 / 2009.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Skripsi Hubungan Keterampilan Guru Mengajar dengan Tata Tertib Sekolah

  1. Assalamualykum.. Boleh dapat file lengkapnya ? Ini email saya alvanasbullah@yahoo.co.id .. Terimakasih.. ini sangat membantu…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: