Skripsi Pembinaan Remaja Putus Sekolah Pada Panti Sosial


PEMBINAAN REMAJA PUTUS SEKOLAH PADA PANTI SOSIAL ANAK ASUH DAN BINA REMAJA (PSAABR) BUDI UTAMA LUBUK ALUNG

BAB I

PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, baik pendidikan formal, non formal, maupun informal. Melalui pendidikan akan tercipta generasi penerus bangsa yang berkualitas dan tangguh yang memiliki kemampuan intelektual sehingga dapat dijadikan sumber daya manusia yang berpotensi untuk memimpin bangsa dan negara kearah kemajuan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Hal ini berarti dalam upaya pembinaan dan pengembangan potensi, minat dan bakat generasi muda sudah pasti memerlukan pendidikan

Pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan kepemimpinan, kesegaran jasmani dan kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti yang luhur. Untuk itu perlu diciptakan iklim yang sehat sehingga memungkinkan kreativitas generasi muda berkembang secara wajar dan bertanggung jawab. Dalam rangka itu perlu usaha-usaha guna mengembangkan generasi muda untuk melihat remaja dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara serta pelaksanaan pembangunan nasional. Hal ini berarti remaja perlu mendapat perhatian khusus dalam pendidikan dan keikutsertaannya dalam masyarakat karena mereka mempunyai kewajiban yang harus didukung hak-haknya untuk mempersiapkan diri sebagai generasi yang ada.

Dalam pasal  9 Undang-undang RI No. 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dinyatakan bahwa “Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadi dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya”. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah hal yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa dan merupakan hak setiap anak Indonesia.

Namun pada kenyataannya tidak semua anak dapat memperoleh pendidikan sebagaimana mestinya, hal ini disebabkan oleh beberapa seperti; faktor ekonomi (kemiskinan), faktor lingkungan pergaulan, faktor internal si anak, namun yang lebih utama adalah faktor kemiskinan, terlebih lagi anak yang orang tuanya atau salah satu orang tuanya telah meninggal dunia, sehingga anak terpaksa putus sekolah karena tidak sanggup membayar uang sekolah. Apalagi mengingat tingginya biaya untuk dapat memperoleh pendidikan.

Menurut Rogers, 1972 ( dalam Maizuar 1989) Anak putus sekolah adalah seseorang yang mengalami kegagalan dalam memperoleh dan menyelesaikan pendidikannya di sekolah. Apabila anak usia sekolah sudah tidak lagi bersekolah hal ini akan menghambat perkembangan fisik, mental, dan sosial si Anak, dan akan menimbulkan terjadinya masalah sosial dalam masyarakat seperti tingginya angka pengangguran dan memberi peluang terjadinya tindakan-tindakan menyimpang yang meresahkan masyarakat.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, anak atau remaja yang mengalami hambatan kesejahteraan rohani, jasmani, sosial, dan ekonomi perlu mendapat perlindungan dan pembinaan.

Perlindungan anak/remaja adalah suatu kegiatan bersama yang bertujuan mengusahakan pengamanan, pengadaan, dan pemenuhan kesejahteraan rohaniah dan jasmaniah anak/remaja yang sesuai dengan kepentingan dan hak asasinya. Perlindungan anak/remaja yang diberikan oleh Pemerintah atau badan mencakup pula perlindungan bidang pendidikan, selain perlindungan sandang, pangan, pemukiman, dan kesehatan. Gosita, Arif (2004:4)

Wujud konkret dari upaya pemerintah dibidang kesejahteraan untuk memberikan perlindungan dan pembinaan terhadap anak yatim dan kurang mampu yang putus sekolah adalah penyediaan lembaga-lembaga pelayanan sosial dan peningkatan layanan kesejahteraan dalam rangka pembinaan dan pemeliharaan anak yatim yang terlantar. Pasal 34 UUD 1945 mengatakan bahwa “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara”. Sebagai manifestasi dari pemahaman dan penghayatan terhadap ketentuan tersebut, maka didirikanlah Panti Asuhan yang bertujuan untuk menyantuni, memelihara, dan mendidik anak-anak yatim dan terlantar, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhannya baik fisik maupun mental spiritual. Hal ini sesuai dengan pendapat Agus Sunarto (1989:65) bahwa:

Panti asuhan pada hakekatnya adalah suatu lembaga kesejahteraan sosial yang bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada anak-anak asuh dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial  agar memperoleh kesempatan yang luas, tepat and memadai bagi perkembangan pribadinya

Salah satu Panti Asuhan yang memberikan pembinaan, pendidikan, dan pengembangan bakat terhadap anal terlantar, remaja kurang mampu, yatim dan putus sekolah adalah Panti Sosial Anak Asuh dan Bina Remaja Budi Utama Lubuk Alung. Dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan tugasnya Panti Sosial Anak Asuh dan Bina remaja (PSAABR) Budi Utama Lubuk Alung memberikan dua jenis pelayanan yaitu pelayanan pengganti/perwalian terhadap anak terlantar yang menjadi anak asuh, disekolahkan sampai tamat SMU. Kemudian juga memberikan bimbingan dan keterampilan terhadap anak terlantar putus sekolah (siswa pelatihan/keterampilan) yang dilaksanakan selama 6 bulan di panti. Dengan adanya Panti ini remaja yang putus sekolah akan memperoleh pembinaan dan dapat mengembangkan bakatnya. Mereka diberi keterampilan-keterampilan sehingga dapat berkarya dan berdikari di tengah-tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara singkat penulis dengan beberapa pengurus panti, penulis memperoleh informasi bahwa para remaja putus sekolah yang menjadi warga binaan Panti pada dasarnya enggan untuk dibina di panti tersebut. Jiwa mereka yang masih labil membuat mereka sering memberontak dan tidak mau mengindahkan peraturan-peraturan di panti, mereka ingin bebas tidak terikat aturan. Tindakan-tindakan tersebut terlihat dari contoh kasus-kasus  seperti; sering cabut pada saat diberikan materi, menonton vcd porno, meminum minuman keras, berjudi, lalai dalam mengerjakan shalat, terpengaruh narkoba dan kasus-kasus kecil lainnya. Menurut keterangan pengurus panti, latar belakang pendidikan yang berbeda dari siswa pelatihan menyebabkan daya serap terhadap ilmu yang diberikan oleh instruktur agak lambat sehingga perlu pemberian motivasi dan dorongan belajar yang optimal, selain permasalahan yang berasal dari anak asuh/ siswa binaan permasalahan lain yaitu; keterbatasan ruangan, sarana dan prasarana  yang jumlahnya tidak cocok dengan kebutuhan saat ini, kondisi yang ada perbandingannya sudah tidak memadai idealnya 1 : 2,  permasalahan lain yaitu terbatasnya tenaga pengurus dan tenaga pendidik yang akan memberikan keterampilan terhadap anak/ siswa keterampilan. Hal ini akan menyebabkan sulitnya melaksanakan pembinaan.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pembinaan Remaja Putus Sekolah Pada Panti Sosial Anak Asuh dan Bina Remaja (PSAABR) Budi Utama Lubuk Alung.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , | 11 Komentar

Navigasi pos

11 thoughts on “Skripsi Pembinaan Remaja Putus Sekolah Pada Panti Sosial

  1. faiq almaroy

    assalamualaikum,mas bisa minta tolong, minta file lengkapnya. karena penelitian saya hampir sama dengan judul diatas. saya mengenai pembinaan anak putus sekolah. email saya almaromy@yahoo.co.id terimakasih

  2. kalo di izinkan saya boleh minta jg mas, kebetulan judulnya hampir sama dgn skripsi saya, untuk jadi bahan panduan saya dalam menyelesaikan skripsi saya. terima kasih sebelumnya mas dan ini email saya imamainu@gmail.com

  3. assalamualaikum….
    mas,… bisa minta toong minta file lengkapnya? penelitiannya hampir mirip dengan judul diatas. email saya jurnalisid@yahoo.com. saya kesulitan dengan sumber dan penyajian data…..terimakasih ya mas…..

  4. nurul himah

    mas,, saya boleh minta file lengkapnya ndak, penelitian saya hampir sama dengan judul diatas, ini email saya nurulhikmah9293@yahoo.com, saya sangat minta tolong mas,, terimakasihh sebelumnnya

  5. murjani

    assalamualaikum wr. wb. mas kalau di izinkan saya boleh minta jg mas, kebetulan judul skripsi adek saya hampir sama dgn skripsi mas, untuk jadi bahan panduan mas.ini email saya mas : murjani.gajahmada66@gmail.com. terimakasih sebelumnya mas. wassalam

  6. latifa

    assalamualaikum ..
    mas bisa minta juga file lengkapnya ? skripsi saya juga hampir sama. sabagai bahan panduan unuk saya mas🙂
    email saya tifatekad@gmail.com
    saya sangat berterimakasih jika mas bersedia memerikan filenya🙂

  7. anya

    Mas,,bolehkah sy minta lengkapx? Kebetulan jdul sy jg hmpir mirip dg pnelitian ini. Sebagai referensi dan inspirasi saya. Trimakasih sebelumx
    Rusmaniah_a1a509203@yahoo.com

  8. mas boleh inta filenya penelitian saya hampir sama dengan ini mau saya buat kajian terdahulu
    imroatussholeha006@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: