SKRIPSI : Perbandingan Status Gizi Siswa RSBI SMPN 8 Padang dengan SMPN 5 Pulau Jelmu Kecamatan Jujuhan


Perbandingan Status Gizi Siswa RSBI SMPN 8 Padang dengan SMPN 5 Pulau Jelmu Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo

BAB I

 PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

 Gizi merupakan unsur  yang sangat penting di dalam tubuh. Dengan gizi yang baik, tubuh akan segar dan kita dapat melakukan aktifitas dengan baik. Gizi harus dipenuhi justru sejak masih anak-anak, karena gizi selain penting untuk pertumbuhan badan juga penting untuk perkembangan otak. Untuk mencapai hal tersebut bukan hal yang mudah, perlu sekali dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah harus ikut andil terutama dalam mereformasikan kebijaksanaan-kebijaksanaan diberbagai bidang.

Sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan, ekonomi, pertanian dan keamanan dengan tujuan agar derajat kesehatan masyarakat sejajar dengan Negara-negara lainya terutama dalam pembangunan kesehatan. Departemen Kesehatan (1995:5) menyatakan “bahwa terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal dapat meningkatkan status gizi  masyarakat dan kualitas sumber daya manusia sehingga setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi”.

 

1

Peningkatan produktivitas belajar siswa yang baik disekolah tidak hanya meliputi persediaan sarana  dan prasarana yang ada disekolah tetapi sangat diperlukan sekali kondisi dan status gizi yang memadai guna membuat siswa lebih bergairah dan ber semangat dalam mengikuti proses pembelajaran disekolah. Untuk mendapatkan kondisi fisik yang baik dalam belajar disekolah diperlukan penambahan energi dan protein yang sesuai dengan kebutuhan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal diperlukan cakupan zat gizi yang dihasilkan sehingga dapat meningkatkan status gizi dan kualitas serta merangsang pertumbuhan fisik, perkembangan otak,  kemampuan kerja yang optimal

Gizi yang tidak seimbang serta derajat kesehatan siswa yang rendah akan menghambat pertumbuhan otak dan pada giliranya akan menurunkan kemampuan otak dalam menyerap, menyimpan memproduksi dan merekontruksi informasi. Disamping itu rendahnya derajat kesehatan dan gizi siswa akan menghambat pertumbuhan fisik dan motorik siswa. Oleh karenanya agar dicapai status gizi siswa yang optimal diperlukan berbagai upaya perbaikan.

Bila kekurangan gizi, siswa akan mudah sekali terkena berbagai macam penyakit, siswa yang kurang gizi tersebut akan sembuh dalam waktu yang lama, dengan demikian kondisi ini juga mempengaruhi perkembangan intelegensi siswa.

Untuk itu bagi siswa yang mengalami status gizi kurang harus dilakukan upaya untuk memperbaiki gizinya. Upaya-upaya yang dilakukan tersebut antara lain adalah meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai gizi, melakukan pengobatan kepada siswa dengan memberikan makanan yang dapat menjadikan status gizi siswa menjadi lebih baik. Dengan demikian harus dilakukan pemilihan makanan yang baik untuk siswa.

Menurut Dr. Sri Kurniati, M.S, Dokter ahli gizi medic, “makanan yang baik adalah makanan yang kuantitas  dan kualitasnya baik misalnya : memberi makanan siswa berapa piring sehari sesuai dengan kebutuhanya, dan akan lebih baik jika memberikan vitamin dan protein melalui susu.”

Berdasarkan kenyataan yang ditemui dilapangan pada RSBI SMPN 8 Padang dengan SMPN 5 Pulau jelmu kecamatan jujuhan kabupaten bungo bahwa kedua SMPN ini mempunyai letak sekolah yang sangat berbeda. RSBI SMPN 8 Padang  terletak di pinggir jalan raya, dekat dari keramaian , sekolahnya sangat disiplin, sarana dan prasarana olahraganya pun sangat lengkap karena siswa siswi yang masuk kesekolah tersebut sudah dipilih dan disaring dari siswa siswi yang pintar sebab sekolah ini bertaraf internasional(RSBI), disekolah ini dijaga oleh satpam sehingga siswa siswinya tidak bisa keluar masuk seenaknya tanpa minta izin pada satpam terlebih dahulu. begitu juga dari segi ekonomi orang tua siswa pada umumnya  wiraswasta/ pagawai negeri.

Sedangkan SMPN 5 Pulau jelmu kecamatan jujuhan kabupaten bungo tempatnya terletak didesa jauh dari keramaian siswa siswi yang pergi kesekolah tidak pakai kendaraan, siswa tersebut banyak yang jalan kaki untuk berangkat kesekolah, sarana dan prasarananya pun tidak lengkap begitu juga dengan pekerjaan orang tua mereka kebanyakan petani dan penghasilan orang tua nya umum nya masih rendah.

Selain dari pada itu, perbandingan lain pada kedua SMPN ini juga terlihat pada status gizi mereka sangat berbeda yaitu pada RSBI SMPN 8 padang gizi siswanya sudah banyak yang optimal. Hal ini dapat dilihat siswa-siswinya selalu bersemangat dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes, pekaranganya bersih, tempat warung penjual makanan jajan bersih dan sehat karena RSBI SMPN 8 padang ini memiliki kantin kejujuran disekolah tersebut, waktu upacara siswanya lebih semangat dan tidak ada yang pingsan, tetapi juga ada siswa yang loyo, kurus, tidak bersemangat mengikuti pelajaran itu pun Cuma beberapa orang.

Sedangkan gizi siswa di SMPN 5 Pulau jelmu kecamatan jujuhan kabupaten bungo gizi siswanya belum optimal hal ini dapat dilihat banyak siswa yang terlihat kurus, lesu, lelah dan loyo bahkan ada yang tertidur  dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes  dan waktu pergi kesekolah banyak siswa yang tidak sarapan pagi, sehingga banyak diantara siswa yang terlihat kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes.dari dugaan sementara Jelas terlihat kalau dibandingkan status gizi siswa RSBI SMPN 8 Padang dengan siswa SMPN 5 Pulau jelmu kecamatan jujuhan kabupaten bungo lebih bagus gizi siswa RSBI SMPN 8 padang.

Banyak siswa yang loyo, kurus tidak bersemangat itu kemungkinan disebabkan oleh rendahnya pengetahuan siswa dan orang tua tentang gizi dan makanan yang sehat, latar belakang sosial ekonomi orang tua yang kurang memadai dan perhatian dari orang tua, Selain itu keadaan ekonomi orang tua yang lemah dan tidak bisa melengkapi kebutuhan gizi anaknya, hal ini juga dapat dilihat tidak semua siswa yang dapat minum susu. Kurangnya pengetahuan guru dibidang gizi khusunya untuk mengetahui tingkat gizi buruk, gizi sedang, dan gizi baik. Menurut Suhardjo (1989 : 16) “kekurangan gizi adalah penyebab utama kematian bayi dan anak-anak, meningkatnya angka kesakitan, menurunya  aktivitas dan produktivitas manusia, menurunya tingkat kecerdasan anak dan menurunya daya tahan tubuh manusia.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: