SKRIPSI : Persepsi Siswa Tentang Kemampuan Mengajar Mahasiswa Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK)


Persepsi Siswa Tentang Kemampuan Mengajar Mahasiswa Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang Dalam Proses
Pembelajaran di SMK Negeri 1 Tanjung Raya

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Era globalisasi membawa dampak bagi kehidupan manusia di dunia. Terdapat empat bidang yang paling kuat dan menonjol daya dobraknya yaitu, bidang IPTEK, ekonomi, lingkungan hidup, dan pendidikan. Untuk menghadapi era globalisasi itu diperlukan manusia yang berkualitas yang mempunyai keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan suatu lembaga pendidikan yang diharapkan mampu menghasilkan mutu tamatan yang memiliki keterampilan, pengalaman, sikap dan nilai berdasarkan standar nasional dan global. Hal ini sesuai dengan visi pendidikan nasional dalam UU No. 20/2003 tentang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional), salah satu misi yang dilakukan adalah meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap dan nilai berdasarkan standar nasional dan global.

Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain: sarana prasarana, lingkungan pendidikan, manajemen pendidikan, dana dan tenaga pendidik. Kualitas tenaga pendidik mempunyai peranan yang relatif besar dalam peningkatan kualitas pendidikan, karena tenaga pendidiklah yang berhadapan langsung dengan peserta didik, mengelola kelas, membimbing siswa dan memberikan ilmu pengetahuan.

Universitas Negeri Padang sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ikut ambil bagian dalam menghasilkan tenaga-tenaga guru yang berkualitas. Ditegaskan dalam buku Pedoman Universitas Negeri Padang bahwa UNP mempunyai tujuan untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai pengetahuan, sikap dan keterampilan yang tepat dan dapat mengembangkan kemampuan personal, profesional dan sosial yang berlandaskan kepada ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai mana guru, mahasiswa PPLK juga dituntut untuk dapat menguasai kompetensi guru, Kompetensi yang harus dikuasai oleh setiap guru, adalah 1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi kepribadian,                 3) kompetensi profesional, 4) kompetensi sosial, karena kompetensi itu diperlukan agar dapat menjalankan tugas yang diberikan dengan baik, Jamal (2009 : 9).

Untuk mencapai hal tersebut, maka Universitas Negeri Padang telah menyelenggarakan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK). PPLK yang merupakan mata kuliah dengan bobot 6 SKS harus diselesaikan oleh semua mahasiswa program studi kependidikan Strata Satu (S1). Dalam Program Pengalaman Lapangan Kependidikan ini mahasiswa dikirim ke sekolah-sekolah untuk mengaplikasikan semua pengetahuan yang diperoleh selama di perkuliahan, baik tentang materi pelajaran maupun tentang teknik-teknik dalam pembelajaran. Selanjutnya dalam buku petunjuk pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (2010: 1) dinyatakan bahwa, “Program Pengalaman Lapangan Kependidikan bertujuan untuk melatih mahasiswa agar memiliki kemampuan menggunakan ilmu pengetahuan yang dipelajarinya dalam situasi nyata, baik untuk kegiatan mengajar maupun tugas-tugas non mengajar”.

Mengajar merupakan hal yang komplek, yang menuntut penguasaan berbagai pengetahuan dan keterampilan disamping penghayatan terhadap sikap, nilai-nilai dan wawasan yang relevan dengan tugas tersebut. Oleh sebab itu, pengajaran yang efektif dapat dilaksanakan apabila telah memiliki keterampilan-keterampilan tertentu. Adapun keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah; 1) merencanakan pengajaran, 2) menuliskan tujuan pelajaran, 3) menyajikan pelajaran 4) keterampilan bertanya, 5) keterampilan memberikan penguatan, 6) keterampilan memberi variasi, 7) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, 8) ketrampilan mengelola kelas,                   9) keterampilan membimbing diskusi kecil, 10) keterampilan menjelaskan (Muhammad, 2009). Keterampilan-keterampilan tersebut harus dijadikan milik pribadi dan dapat direalisasikan dalam mengajar, karena mengajar menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Sistem lingkungan ini terdiri dari komponen-komponen yang mempengaruhi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dengan demikian seorang guru harus mampu melakukan unjuk kerja yang baik, sehingga dapat mewujudkan proses belajar mengajar yang baik pula bagi peserta didik. Namum berdasarkan survey awal didapati bahwa mahasiswa PPLK masih banyak yang kurang menguasai kompetensi dasar mengajar, sehingga tidak dapat melakukan mengajar dengan baik.

Menurut Raka (1985: 24) Unjuk kerja yang harus mampu dilakukan oleh seorang guru meliputi: 1) perencanaan dan penguasaan materi pengajaran, 2) pengelolaan kelas, 3) penggunaan metode mengajar dan           4) pelaksanaan evaluasi.  Di bidang kompetensi sosial Jamal (2009: 150), mengemukakan kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, sekurang-kurangnya meliputi : 1) berkomonikasi lisan, tulisan, dan atau isyarat, 2) menggunakan teknologi komonikasi dan informasi secara fungsional, 3) bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua/wali peserta didik, 4) bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku, 5) menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan.

Selanjutnya, kawasan kompetensi profesional guru terdiri dari,           1) penguasaan materi bahan pelajaran yang terdiri atas penguasaan bahan yang harus diajarkan dan konsep-konsep dasar keilmuan dari bahan yang diajarkannya itu, 2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan, 3) penguasaan proses-proses kependidikan, keguruan dan pembelajaran siswa, Jamal (2009: 159). Meskipun telah dilakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas mahasiswa kependidikan, namun pada kenyataannya masih terdapat beberapa kekurangan. Seorang guru dituntut untuk dapat menguasai bahan pelajaran dengan baik, karena penguasaan bahan sangat mempengaruhi kualitas dalam mengelola pembelajaran. Layaknya seorang guru dengan adanya kompetensi-kompetensi yang disebut di atas, maka semua sikap dan tingkah laku mahasiswa yang sedang melaksanakan PPLK seharusnya mampu menjadi contoh dan teladan bagi siswa. Dalam pelaksanaannya masih ada mahasiswa PPLK yang tidak dapat memenuhi kompetensi ini.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: