SKRIPSI : Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPTL dengan Pendekatan Kontekstual


Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPTL dengan Pendekatan Kontekstual pada Pokok Bahasan Gambar Instalasi Bangunan sederhana Siswa Kelas II L 1 Di SMK N 5 padang
Tahun Pelajaran 2009/2010

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin terlihat nyata. Dengan kesadaran ini, pemerintah dan masyarakat, terutama pendidik, mencurahkan sebagian besar tenaga, dana dan pikirannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya melakukan perubahan kurikulum, perubahan teknik pengajaran dan penyelenggaraan kerja sama antara lembaga pendidikan dengan lembaga lain (Kadir dan Ma’sum, 1982, 1991-1992). Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain, (1) menerbitkan suplemen kurikulum 1994 yang berisi tentang materi pelajaran mana yang masih tetap diajarkan pada kelas-kelas tertentu dan materi mana yang tidak perlu lagi diajarkan serta materi yang wajib diajarkan (Depdikbud, 1999:5), (2) mendirikan sekolah-sekolah baru, dan (3) meningkatkan perbaikan proses belajar mengajar dan hasil belajar melalui pelatihan-pelatihan guru-guru.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan bentuk satuan pendidikan menengah yang mempersiapkan siswanya agar dapat bekerja baik secara mandiri dalam dunia usaha dan industri sesuai dengan program keahlian yang dimiliki. Oleh karena itu SMK memuat program produktif yang berfungsi membekali siswa agar memiliki kompetensi atau kemampuan pada suatu pekerjaan atau keahlian tertentu yang relevan dengan tuntutan dan permintaan pasar kerja. Program produktif berbasis kompetensi yang menekankan pada pembekalan penguasaan kompetensi kepada siswa yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan tata nilai secara tuntas dan utuh.

Salah satu program produktif pada bidang keahlian Teknik Listrik  yaitu mata diklat Instalasi Penerangan dan Tenaga Listrik (IPTL), IPTL merupakan salah satu mata diklat yang diberikan sejak siswa berada di kelas X dan dilanjutkan di kelas XI yang sangat penting dalam bidang keahlian Teknik Listrik. IPTL mendidik dan mempersiapkan siswa untuk mampu menuangkan ide dan gagasan keteknikannya (terutama dalam bidang teknik listrik) ke dalam bentuk gambar agar mudah dipahami dan dimengerti.

Pada umumnya IPTL dirasakan  lebih sulit untuk dipahami dari pada mata diklat lainnya terutama dibandingkan dengan mata diklat praktikum. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kesesuaian antara kemampuan siswa dengan cara penyajian materi sehingga IPTL dirasakan sebagai pelajaran yang sulit untuk diterima. Seorang guru harus dapat menentukan strategi pengajaran yang sesuai dengan kemampuan siswanya sehingga mudah dipahami.

Mengajarkan IPTL merupakan suatu kegiatan pengajaran sedemikian sehingga siswa belajar untuk mendapatkan kemampuan dan ketrampilan tentang IPTL. Kemampuan dan ketrampilan tersebut ditandai dengan adanya interaksi yang positif antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.

Namun dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran khususnya yang berhubungan dengan IPTL, ternyata masih banyak mengalami hambatan-hambatan baik yang dialami siswa maupun guru. Salah satu hambatan yang terjadi adalah kesulitan dalam memahami konsep-konsep IPTL.

Categories: Skripsi | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: