SKRIPSI : Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Pemberian Tes Kecil Pada Akhir Proses Pembelajaran


Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Pemberian Tes Kecil Pada Akhir  Proses Pembelajaran Dalam Pelajaran Ekonomi Pokok uang dan perbankan  di Kelas X3
SMA Negeri 8 Padang

BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah

Dalam proses belajar mengajar, aktivitas siswa merupakan sesuatu yang sangat penting. Siswa yang memiliki aktivitas positif akan memperoleh hasil belajar yang lebih baik dan sebaliknya siswa yang memiliki aktivitas negatif akan memperoleh hasil belajar yang kurang memuaskan. Selama pembelajaran berlangsung diharapkan siswa mempunyai aktivitas belajar secara positif, sebagaimana yang dinyatakan Sardiman (1996: 95), aktivitas belajar adalah suatu perilaku siswa yang selalu berusaha, bekerja, atau belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapat kemajuan atau prestasi yang gemilang dari perubahan tingkah laku yang diperoleh dari pengalaman dan latihan.

Masalah yang sering timbul dalam dunia pendidikan adalah rendahnya hasil belajar siswa, yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya motivasi siswa untuk belajar. Motivasi dalam belajar tidak saja merupakan suatu energi yang menggerakkan siswa untuk belajar, tetapi juga sebagai suatu yang mengarahkan aktivitas siswa kepada tujuan belajar.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SMA Negeri 8 Padang pada kelas X, kurangnya motivasi siswa dalam belajar bisa disebabkan oleh faktor pelajaran ekonomi yang sebagian besar materi pelajarannya bersifat teori dan hafalan serta faktor dari siswa itu sendiri. Banyak siswa yang tidak serius dalam belajar sehingga aktivitas dalam belajar menurun, ini disebabkan karena materi hafalan dianggap materi yang  mudah oleh siswa. Sedangkan faktor dari siswa itu sendiri yaitu masih adanya siswa yang mengganggu siswa lainnya dalam belajar, sehingga banyak siswa yang merasa terganggu dan tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar.

Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan aktivitas siswa untuk belajar, salah satunya dengan pemberian umpan balik berupa tes setiap sesudah pembelajaran yang diberitahukan sebelum pelajaran yang diberikan. Diyakini dengan cara ini siswa termotivasi untuk belajar, sehingga aktivitasnya dalam belajar meningkat. Tes merupakan salah satu bentuk evaluasi yang sering digunakan dalam proses belajar-mengajar di sekolah, dimana Suharsimi Arikunto (2007: 29) mendefinisikan ”Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok”.

Supaya tes benar-benar menggambarkan keadaan siswa maka tes perlu dilakukan secara kontiniu. Sesuai dengan pendapat Arikunto (2007: 60), yaitu: ”Melalui tes yang sering dilakukan, guru akan memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang keadaan siswa”. Tes yang  dilaksanakan bertujuan untuk mengajak siswa agar lebih giat belajar sehingga prestasi belajar meningkat, seperti yang dikemukakan oleh Suger (1987: 175), ”Tes dimaksudkan untuk merangsang murid-murid untuk berprestasi serta mengembangkan kesadaran mereka untuk meningkatkan prestasi masing-masing”.

Proses belajar mengajar di SMA merupakan suatu proses yang memerlukan suatu perencanaan secara seksama dan sistematis. Setiap pokok bahasan materi pelajaran ekonomi di SMA, terdiri dari beberapa sub pokok bahasan. Dalam mengajarkan materi ini jarang guru yang dapat menyelesaikan dalam satu kali pertemuan. Berdasarkan observasi awal yaitu wawancara yang penulis lakukan dengan guru ekonomi di SMA Negeri 8 Padang, bahwa setelah selesai satu pokok bahasan untuk beberapa kali pertemuan baru diadakan tes, untuk meninjau seberapa jauh penguasaan materi ekonomi  yang telah dipahami siswa. Hal ini menyebabkan materi yang dipelajari menumpuk, sehingga siswa cenderung belajar secara borongan pada saat akan diadakan tes, akibatnya hasil belajar kurang memuaskan, serta menurunnya aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar, seperti banyak siswa yang mengantuk, mengganggu teman, keluar masuk kelas, dan lain-lain.

Berdasarkan hal di atas  penulis tertarik meneliti salah satu cara yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, yaitu pemberian tes pada setiap sesudah tatap muka. Dengan cara ini siswa diharapkan serius dalam menerima pelajaran dan dapat merangsang siswa belajar setiap hari tanpa harus menumpuk materi pelajaran. Jika tes sering diberikan, siswa akan sering belajar.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , , | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “SKRIPSI : Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Pemberian Tes Kecil Pada Akhir Proses Pembelajaran

  1. hai … boleh tau kajian pustakanya gak ? soalnya aku tertarik ne …

  2. Ririn

    ini email aku
    fajar_asri@rocketmail.com
    makasii sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: