Skripsi : PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN PERALATAN LISTRIK RUMAH TANGGA


PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN PERALATAN LISTRIK RUMAH TANGGA KELAS XI TITL SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan baik mental maupun pengetahuan, sehingga mampu dalam menghadapi perubahan. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi  kegiatan belajar. Upaya peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan melalui peningkatan mutu pendidik, peserta didik, fasilitas dan proses pembelajaran.

Salah satu unsur yang mendasar dalam pendidikan adalah proses pembelajaran. Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku. Dalam proses ini perubahan tidak terjadi sekaligus tetapi terjadi secara bertahap tergantung pada faktor-faktor pendukung belajar yang mempengaruhi siswa. Faktor-faktor ini umumnya dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berhubungan dengan segala sesuatu yang ada pada diri siswa yang menunjang pembelajaran, seperti motivasi, kesehatan, inteligensi, bakat, kemampuan motorik pancaindra dan pola berpikir. Faktor eksternal merupakan segala sesuatu yang berasal dari luar diri siswa yang mempengaruhinya dalam pembelajaran, seperti pengalaman, lingkungan sosial, metode pembelajaran, strategi pembelajaran, fasilitas belajar dan dedikasi guru (Dalyono, 2005: 55).

Guru pada dasarnya memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilakukannya. Oleh sebab itu, guru harus membuat perencanaan secara seksama untuk meningkatkan keaktifan siswanya dalam belajar sekaligus memperbaiki kualitas mengajar. Guru semestinya berperan sebagai pengelola proses pembelajaran, bertindak sebagai fasilitator dan berusaha mencapai kondisi pembelajaran yang efektif. Di dalam kelas pada saat proses pembelajaran siswa biasanya memperlihatkan sikap belajar yang berbeda sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing dalam mengikuti dan menerima pelajaran. Untuk mewujudkan sikap belajar yang baik, maka guru harus mampu mengelola proses pembelajaran yang nantinya bisa merangsang siswa untuk belajar, karena pada dasarnya siswa yang menjadi subjek utama dalam setiap proses pembelajaran.

Keaktifan siswa di dalam kelas berperan penting dalam keberhasilan siswa itu sendiri. Siswa aktif akan menciptakan suasana kondusif karena ketika siswa aktif terjalin komunikasi antara siswa dan siswa serta guru, komunikasi multi arah akan menciptakan pembelajaran yang dapat mencapai tujuan pembelajaran. Jika siswa aktif bertanya dan berkomentar, maka siswa yang lain akan ikut termotivasi untuk belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa yang mempunyai motivasi dan keinginan belajar yang baik biasanya akan terlihat aktif dan mengambil bagian dalam setiap kegiatan pembelajaran. Tetapi siswa yang kurang termotivasi apalagi yang tidak mempunyai minat terhadap pelajaran tertentu, biasanya mereka malas dan terkesan acuh tak acuh bahkan pada kondisi tertentu tidak tertarik mengikuti proses pembelajaran. Mereka melakukan tindakan negatif seperti mengganggu temannya yang sedang belajar atau ribut dikelas. Untuk itu guru sebagai motivator harus dapat menciptakan kondisi kelas yang kondusif agar siswa tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran dan akhirnya tujuan pembelajaran tercapai.

Keaktifan merupakan hal yang penting dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi dan pengalaman mengajar di SMK Negeri 1 Bukittinggi,  ditemukan bahwa keaktifan belajar siswa cenderung menurun dalam kelas pada pelajaran Peralatan Listrik Rumah Tangga. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang malas mengerjakan pekerjaan rumah, rendahnya motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran, siswa tidak bisa mengerjakan latihan, sering menyalin pekerjaan temannya, sering tidak memperhatikan guru sewaktu menerangkan pelajaran bahkan tidak betah berada dalam kelas. Hal ini mengakibatkan hasil belajar tidak dapat dicapai sesuai harapan, sebagaimana terlihat dari hasil ujian tengah semester I kelas XI TITL  seperti dalam tabel 1.1.

Tabel 1.1. Persentase Ketuntasan Belajar untuk Mata Pelajaran

Peralatan Listrik Rumah Tangga bagi Siswa Kelas XI TITL

SKBM

XI TITL 1

XI TITL 2

 

Jmlh

%

Jmlh

%

> 70

< 70

17

12

59

41

13

7

65

35

Sumber : Guru Bidang Studi Peralatan Listrik Rumah Tangga

Berdasarkan pada tabel 1.1 siswa yang mencapai ketuntasan belajar pada kelas XI TITL 1 adalah 17 orang dan XI TITL 2 sebanyak 13 orang. Sedangkan proses pembelajaran dianggap tuntas apabila 75% dari siswa memperoleh nilai di atas SKBM (Mulyasa, 2007:254). Dalam pembelajaran ini, siswa kelas XI TITL 2 dikategorikan  tidak tuntas karena siswa yang tuntas baru 65%. Sedangkan  XI TITL 1 juga belum tuntas karena ketuntasan yang dicapai baru 59%. Data tersebut mengidentifikasikan bahwa pembelajaran di kelas belum tuntas. Untuk itu diperlukan upaya meningkatkan ketuntasan belajar terutama kelas XI TITL 1.

Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Peralatan Listrik Rumah Tangga disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

  1. Kurangnya perhatian siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
  2. Sering tidak membuat pekerjaan rumah.
  3. Kurangnya mengerjakan latihan-latihan di rumah.
  4. Sering mencontek pekerjaan teman.
  5. Kurang perhatian pihak keluarga terhadap kebutuhan dan fasilitas yang di butuhkan siswa.
  6. Fasilitas, sarana dan prasarana belajar yang belum menunjang.
  7. Kegiatan pembelajaran berpusat pada guru. Guru menjadi satu-satunya sumber informasi dalam pembelajaran. Peran guru dalam membimbing dan memotivasi siswa masih sedikit.

Rendahnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, guru lebih banyak aktif dibandingkan dengan siswa, dapat dilihat dari sikap tidak peduli terhadap mata pelajaran dan kurang tertarik mengikuti pelajaran karena mereka kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran. Permasalahan tersebut perlu segera diatasi untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Hal ini sesuai dengan salah satu pilar belajar yang ada dalam kurikulum pendidikan, yakni  belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (Depdiknas, 2006).

Aktivitas siswa yang positif untuk meningkatkan hasil belajar Peralatan Listrik Rumah Tangga sangat diperlukan seperti: aktif bertanya jika menemukan kesulitan, memperhatikan guru menerangkan pelajaran, mengerjakan latihan dan tugas,  serta menekan aktivitas yang merugikan. Dengan demikian berarti siswa dituntut aktif dan guru harus kreatif dalam mengembangkan potensi dan mendorong aktivitas belajar siswa.

Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah metode penemuan terbimbing. Dalam metode penemuan terbimbing, guru memberi petunjuk dan bimbingan kepada siswa. Bentuk bimbingan yang diberikan guru dapat berupa petunjuk, arahan, pertanyaan sehingga diharapkan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran dengan penemuan merupakan salah satu metode pembelajaran dalam pendekatan konstruktivisme. Pembelajaran penemuan bertujuan untuk memberi rasa senang kepada siswa dalam “menemukan” sesuatu ide/konsep oleh mereka sendiri.

Mata pelajaran Peralatan Listrik Rumah Tangga merupakan salah satu mata pelajaran produktif yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang digunakan oleh SMK. Pelajaran ini diberikan di kelas XI semester I pada program keahlian TITL dengan alokasi waktu 6 jam pelajaran per minggunya. Indikator kompetensi Peralatan Listrik Rumah Tangga adalah:

  1. Memahami jenis-jenis alat rumah tangga yang termasuk pemanas.
  2. Memahami perpindahan panas.
  3. Peralatan pemanas dijelaskan sesuai dengan Standar Operasi Prosedur (SOP).

Mata pelajaran Peralatan Listrik Rumah Tangga merupakan salah satu pelajaran produktif yang dilaksanakan secara teori dan praktek. Pembelajaran secara teori berarti pembelajaran dilakukan untuk pengembangan kemampuan kognitif siswa sedangkan pembelajaran praktek bertujuan untuk mengembangkan psikomotor dan afektif siswa.

Dalam pembelajaran Peralatan Listrik Rumah Tangga guru harus mampu mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran dan mengurangi kecenderungan guru untuk mendominasi proses pembelajaran tersebut, sehingga aktivitas belajar siswa akan meningkat. Guru tidak menyuguhkan materi lansung kepada siswa, tetapi memancing ide/pemikiran siswa untuk menemukan konsep yang dipelajari. Pembelajaran yang berpusat pada guru sudah sewajarnya diubah menjadi berpusat pada siswa. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui apakah metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan hasil belajarnya.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Skripsi : PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN PERALATAN LISTRIK RUMAH TANGGA

  1. kok gagg lengkap gan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: