HUBUNGAN SIKAP GURU DENGAN MINAT BELAJAR SISWA JURUSAN TEKNIK MESIN


HUBUNGAN SIKAP GURU DENGAN MINAT BELAJAR SISWA JURUSAN TEKNIK MESIN DI
SMKN 1 PADANG

BAB I

PENDAHULUAN

 A.      Latar Belakang

Dalam menghadapi era globalisasi yang penuh tantangan, pendidikan merupakan aspek yang sangat penting, adanya pendidikan diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang terampil, kreatif dan inovatif. Untuk membentuk sumber daya manusia tersebut diperlukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut yaitu melalui jalur pendidikan.

Pendidikan merupakan proses yang berkelanjutan, pendidikan menekankan pada proses belajar yang bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada diri manusia baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik. Pendidikan formal yang dilakukan di sekolah-sekolah sampai sekarang tetap merupakan lembaga pendidikan utama yang merupakan pusat pengembangan sumber daya manusia dengan didukung oleh pendidikan dalam lingkungan  keluarga dan masyarakat.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu sekolah atau lembaga pendidikan formal yang memadukan antara keterampilan dengan ilmu pengetahuan. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang memiliki ilmu pengetahuan serta memiliki keterampilan tertentu, sehingga mereka mampu bersaing dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri ataupun berwiraswasta.

Pendidikan di SMK tidak hanya terpusat pada pembelajaran kejuruan atau praktek saja tetapi juga pembelajaran materi umum lainnya. Semua jenis program pendidikan di SMK hampir memiliki tujuan yang sama yaitu agar terciptanya lulusan yang memiliki pengetahuan, kemampuan, serta memiliki keterampilan dalam bidang tertentu yang selanjutnya dapat diterapkan dalam mengahadapi tantangan zaman.

Siswa yang melanjutkan studinya ke SMK telah memiliki suatu dorongan atau motivasi yang mendasari mereka sehingga mereka berminat memilih atau melanjutkan studinya disana. Selanjutnya lingkungan sekolahlah yang akan membantu mereka mewujudkannya. Apabila lingkungan sekolah dapat memotivasi mereka, maka mereka akan berminat menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki, namun sebaliknya apabila lingkungan tersebut tidak dapat memotivasi mereka maka minat menggali dan mengembangkan potensinya akan semakin berkurang. Lingkungan tersebut dapat berupa teman-teman, kakak kelas dan guru yang mengajar.

Sungging dalam artikelnya menyatakan bahwa “Sikap guru dalam mendidik memiliki pengaruh terhadap perkembangan jiwa anak didiknya, sehingga guru dituntut memiliki sikap yang tepat sesuai dengan tuntutan tugas profesionalnya sebagai seorang pendidik yang bertanggung jawab”.

Minat sangat erat hubungan dengan kondisi psikis seseorang, apabila kondisi psikis seseorang dalam keadaan tenang atau stabil maka minat untuk melaksanakan suatu kegiatan akan cendrung lebih tinnggi dibandingkan dengan seseorang yang kondisi psikisnya tidak tenang. Hal seperti ini juga dapat terjadi dalam proses belajar mengajar.

Zanikhan (2008) dalam artikelnya mengatakan bahwa “Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti : gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman”.

Dapat disimpulkan bahwa minat merupakan rasa ketertarikan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar akan memiliki minat belajar yang relatif tinggi. Hal ini tergantung pada aspek psikologis atau kejiwaan seseorang, aspek psikologi ini dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Minat belajar yang dimiliki siswa dapat terlihat dari sikap yang mereka lakukan. Siswa yang memiliki minat belajar tinggi akan terlihat dari kehadirannya yang tepat waktu, tidak keluyuran pada jam pelajaran, dan lain-lain sedangkan siswa yang memiliki minat belajar rendah akan terlihat dari kehadirannya yang sering terlambat dan sering keluyuran pada jam pelajaran.

Selain itu, tingkat kesukaran materi pelajaran juga ikut mempengaruhi minat belajar siswa. Semakin mudah materi pelajaran dikuasai maka siswa akan merasa lebih tertarik untuk mengikuti proses belajar mengajar. Selanjutnya sikap guru dalam mengajar  dapat meningkatkan ataupun menurun minat belajar siswa, siswa yang tidak nyaman dengan sikap guru akan merasa tertekan dalam belajar sehingga minat belajarnya berkurang.

Pengamatan penulis di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak ditemukan siswa yang terlambat masuk kelas, keluyuran dalam jam pelajaran serta ada siswa yang keluar atau bolos pada jam pelajaran berlansung. Selanjutnya peneliti juga menemukan adanya siswa yang tidak mau mengikuti proses belajar mengajar dengan salah seorang guru karena takut dengan guru yang mengajar.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk meneliti dan membahas serta menuliskan dalam bentuk skripsi yang berjudul “Hubungan Sikap Guru dengan Minat Belajar Siswa Jurusan Teknik Mesin di SMKN 1 Padang”.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , , , , , | 6 Komentar

Navigasi pos

6 thoughts on “HUBUNGAN SIKAP GURU DENGAN MINAT BELAJAR SISWA JURUSAN TEKNIK MESIN

  1. fitri

    mas,.bantu saya dalam menyusun latar belakang …,

  2. boleh minta jurnal yg ini gak?
    mau buat bab 2 tentang penelitian yg relevan…
    thanks

  3. MAs Junil. boleh dapat file lengkapnya yang ini? ini email saya alvanasbullah@yahoo.co.id
    Makasih Banyak sangat membantu…🙂

    • boleh, permintaan dek alvan banyak banget, hampir di semua judul tentang kompetensi guru. emang lagi buat skripsi tentang apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: