Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar


Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Padang

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Dewasa ini pembangunan di Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas sangat diperlukan dalam pembangunan bangsa, khususnya pembangunan di bidang pendidikan. Sumberdaya manusia yang berkualitas akan menjadi tumpun utama agar suatu bangsa dapat berkompetisi dalam era globalisasi. Salah satu cara peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan.

Pendidikan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur dan terencana dengan maksud mengubah atau mengembangkan perilaku yang diinginkan guna mengembangkan diri anak didik sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Sekolah sebagai lembaga formal merupakan sarana dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Melalui sekolah, siswa belajar berbagai macam hal. Menurut Oemar (2009:27-28) “belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku, belajar bukan hanya mengingat, tetapi juga mengalami. Dari belajar, siswa menjadi tahu apa yang tidak mereka ketahui selama ini”. Belajar juga merupakan proses yang diarahkan pada tujuan. Dalam pembelajaran terjadi interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa. Namun, mampukah siswa belajar dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki dalam situasi dan kondisi yang ada di lingkungan untuk mencapai hasil belajar yang maksimal?

Berdasarkan hasil observasi awal yang penulis lakukan di SMA Negeri 7 Padang, penulis mendapatkan data nilai mata pelajaran ekonomi yang masih di bawah KKM (kriteria ketuntasan minimum) yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 70.  Hal ini dapat terlihat dari rendahnya nilai ulangan harian kelas X semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 sebagi berikut:

Tabel 1.1. Nilai Rata – Rata Ulangan Harian Semester Ganjil Ekonomi dan Persentase Ketuntasan  Kelas X di SMA Negeri 7 Padang  Untuk Tahun Ajaran 2011/2012

Kelas

Jumlah siswa

KKM (Kriteria Ketuntasan Mini mal)

Rata- Rata Ulangan Harian Ekonomi

Jumlah Siswa Yang Tuntas

Jumlah Siswa Yang Tidak Tuntas

Persentase Ketuntasan

X1

30

70

86, 09

28

2

93,3%

X2

30

70

71, 79

23

7

76,7%

X3

30

70

59, 20

11

19

36,7%

X4

30

70

59, 07

4

26

11,11%

X5

30

70

53, 32

3

27

10%

X6

30

70

66, 25

27

3

90%

X7

30

70

58,96

7

23

23,33%

X8

30

70

71,35

26

4

86,67%

X9

30

70

70,69

27

3

90%

X10

30

70

51,08

2

28

6,67%

Sumber :Guru Ekonomi SMA Negeri 7 Padang

Dari Tabel 1.1 diatas dapat dilihat bahwa masih banyak siswa yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan minimal). KKM yang ditentukan oleh sekolah adalah 70. Sementara itu BSNP menetapkan persentase ketuntasan kelas yaitu 75%. Kelas dikatan tuntas apabila 75 persen dari siswa mampu menuntaskan pelajarannya. Dari tabel 1.1 diatas, berdasarkan standar ketuntasan yang di tetapkan oleh BSNP hanya ada lima kelas yang telah tuntas, sedangkan lima kelas lainnya, masih jauh dari standar yang di tetapkan.

Hasil belajar siswa merupakan alat ukur yang digunakan untuk melihat keberhasilan siswa dalam belajar. Jika hasil belajar siswa rendah, hal ini menandakan adanya masalah yang harus segera dicarikan solusinya.. Hasil belajar diduga dipengaruhi oleh banyak faktor. Dalyono (2009:55-60) menyebutkan bahwa yang mempengaruhi sukses belajar dapat digolongkan menjadi dua faktor yaitu:

  1. Faktor internal (yang berasal dari dalam diri siswa) yaitu faktor fisik yang meliputi kesehatan, inteligensi, bakat, minat, motivasi, dan cara belajar
  2. Faktor eksternal (yang berasal dari luar diri siswa) yaitu meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat

Belajar merupakan proses yang kompleks. Semua faktor yang ada akan saling terkait dalam mempengaruhi sukses belajar seseorang. Tidak hanya faktor dari dalam diri siswa, faktor dari luar diri siswa juga sangat mempengaruhi sukses belajar siswa.

Selama ini, banyak orang beranggapan untuk sukses dalam belajar dan mendapatkan hasil yang optimal diperlukan Intellectual Quotient (IQ) yang tinggi. Hal ini karena IQ merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Kenyataannya, dalam proses pembelajaran di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan intelektualnya. Ada siswa yang mempunyai kemampuan intelektual tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah, namun ada siswa yang walaupun kemampuan intelektualnya relatif rendah, dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Itu sebabnya taraf intelektual bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yang mempengaruhi. Goleman (2009:44) menyatakan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20 % bagi kesuksesan, sedangkan 80 % di pengaruhi oleh faktor lain. Adapun faktor lain ini salah satunya adalah kecerdasan emosional atau Emotional intelligence (EI) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati( mood ), berempati serta kemampuan bekerja sama.

Kecerdasan emosional (EI) memiliki peran penting dalam belajar karena belajar tidak hanya menyangkut siswa dengan buku saja, tetapi juga melibatkan siswa dengan siswa lain, dan siswa dengan guru. Guru sering melupakan bahwa proses pembelajaran di sekolah merupakan proses yang sifatnya kompleks dan menyeluruh. Dalam proses belajar siswa, kedua inteligensi itu sangat diperlukan. IQ tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa partisipasi penghayatan emosional terhadap mata pelajaran yang disampaikan di sekolah. Namun biasanya kedua inteligensi itu saling melengkapi. Keseimbangan antara IQ dan EI merupakan kunci keberhasilan belajar siswa di sekolah. Pendidikan di sekolah bukan hanya perlu mengembangkan IQ. tetapi juga perlu mengembangkan kecerdasan emosional atau emotional Intelligence (EI) siswa.

Banyak hal di sekolah, terutama dalam proses pembelajaran diperlukan kecerdasan emosional untuk kelancaran proses pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Namun sangat di sayangkan, yang terjadi di sekolah banyak siswa yang tidak mencerminkan kecakapan EI dan ini biasanya akan mengganggu proses pembelajaran. Rendahnya kecerdasan emosional siswa ini ditandai dengan banyakny pelanggaran disiplin yang dilakukan siswa. Menurut Goleman (2009:330) “anak yang mengalami kemorosotan emosi akan menunjukkkan masalah seperti menarik diri dari pergaulan, cemas dan depresi, bermasalah dalam perhatian dan berfikir, nakal serta agresif”. Apabila anak didik memperlihatkan gejala tersebut, itu artinya anak tersebut mengalami kemerosotan emosi atau rendahnya kecerdasan emosional anak. Lebih jauh lagi siswa akan terlihat nakal, dan melakukan banyaknya pelanggaran disiplin sekolah. Sebagaimana hasil pengamatan yang penulis lakukan di SMA N 7 Padang. Banyaknya pelanggaran disiplin sekolah ini, salah satunya ditandai dengan banyaknnya siswa yang terlambat masuk sekolah. Hal ini dapat terlihat pada tabel berikut.

Tabel 1.2. Persentase Data Keterlambatan Siswa SMAN 7 Padang Selama Tahun Ajaran 2010/2011

Kelas

Jumlah Siswa

Siswa yang terlambat

Semester Ganjil

Semester Genap

Jumlah

%

Jumlah

%

X

359

253

70,42

210

58,5

X1 IPA

222

106

47,74

100

45,04

X1 IPS

120

92

76,67

100

83,33

X11 IPA

184

208

113,04

80

43,5

X11 IPS

107

149

139,25

75

70,1

Sumber: wakil kesiswaan SMAN 7 Padang

Dari data diatas dapat telihat tingginya angka keterlambatan siswa. Walaupun terjadi penurunan dari semester ganjil, namun tetap saja masih banyak siswa yang terlambat. Seperti halnya yang penulis ketahui dari guru bimbingan dan konseling, masih banyak siswa yang  harus berurusan dengan guru BK karena terlalu sering terlambat. Setiap minggu selalu ada siswa yang diproses. Siswa yang terlambat lebih dari tiga kali selama satu minggu akan diproses oleh guru bimbingan dan konseling. Guru piket juga telah memberikan hukuman tidak boleh mengikuti jam pelajaran selama 1 jam pelajaran. Namun mereka tidak juga jera. Selain itu, siswa juga sering keluar masuk kelas pada jam pelajaran berlangsung, meribut dikelas, bahkan tidak jarang terjadi keributan antar siswa karena saling menertawakan dan mengolok-olok. Selain itu, masih banyak siswa yang sengaja tidak masuk pada jam pelajaran tertentu dan menghabiskan waktu belajarnya dengan duduk-duduk kantin sekolah. Penulis juga menemukan adanya siswa yang tidak hadir kesekolah, padahal siswa tersebut berangkat dari rumah. Hal ini penulis ketahui karena tidak jarang orang tua siswa datang kesekolah  karena masalah kehadiran. Menurut pengakuan mereka, siswa tersebut setiap hari berangkat dari rumah, tetapi ternyata tidak sampai ke sekolah. Menurut pengakun guru yang peneliti tanya mereka adalah siswa-siswa yang pada umumnya tidak tuntas. Mereka tidak bodoh, namun kebiasaan buruk mereka menyebabkan mereka banyak tertinggal pelajaran. Dengan demikian keberhasilan dalam belajar tidak hanya cukup dengan IQ yang tinggi, nilai yang baik, tetapi juga harus dibarengi dengan perubahan tingkah laku yang baik. Disinilah peran penting kecerdasan emosional.

Kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapat berubah-ubah setiap saat. Untuk itu peranan lingkungan keluarga terutama orang tua pada masa kanak-kanak sangat mempengaruhi dalam pembentukan kecerdasan emosional. Dengan kata lain, kecerdasan emosional dapat dibentuk dan dilatih. Menurut Goleman (2009:268-318) “kecerdasan emosional dipengaruhi oleh bebrapa faktor yaitu keluarga dan pengalaman”. Kehidupan keluarga merupakan hal yang paling berpengaruh dalam membangun kecerdasan emosional. Dalam lingkungan keluarga, anak belajar bermacam bermacam hal. Tidak hanya dari yang ia dengar, tapi juga dari perilaku yang diperlihatkan dan ditanamkan orang tua pada anaknya.

Pendidikan dalam lingkungan keluarga merupakan awal dan sentral bagi seluruh pertumbuhan dan perkembangan anak untuk menjadi individu yang dewasa dan memiliki kepribadian yang baik. Dalam lingkungan keluarga yang disebut dengan lembaga pendidikan informal, orang tua secara naluri merasa berkepentingan dan berharap agar kelak anak-anaknya menjadi orang yang mampu mandiri dan berhasil dalam kehidupannya.

Lingkungan keluarga merupakan satu dari banyak faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar. Cara orang tua dalam mendidik anak, seperti memberikan arahan,dorongan belajar kepada anak dan komunikasi yang baik akan mempengaruhi perkembangan emosi anak. Begitu juga dengan adanya relasi yang baik antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi kelurga, pengertian orang tua dan latar belakang pendidikan orang tua. Apabila semua unsur tersebut dapat terpenuhi dengan baik, maka anak akan tumbuh dengan keadaan emosoional yang baik. Dengan demikian lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kecerdasan emosional anak yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap hasil belajar anak.

Berdasarkan fenomena yang telah dijelaskan diatas dan mengingat besarnya peran keluarga dalam membentuk kecerdasan emosional anak yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar anak, maka penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “ Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X SMA Negeri 7 Padang”.

Categories: Skripsi, Tesis | Tags: , , , , , , , , | 34 Komentar

Navigasi pos

34 thoughts on “Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar

  1. yg ne klo mau baca lengkapnya isa gk?

  2. Essa

    mantab …..gan, mau baca lengkapnya…ada nggak?

    • bisa, tapi bahannya saya kirim ke emailnya aja ya…. soalnya saya tidak bisa publikasi secara menyeluruh.

  3. kinan

    bisa minta skripsi lengkap ama data-datanya ga????? soalnya lgi punya tgass….

  4. astri

    pa bisa minta sumbernya mengenai pernyataan ini : BSNP menetapkan persentase ketuntasan kelas yaitu 75%. Kelas dikatan tuntas apabila 75 persen dari siswa mampu menuntaskan pelajarannya. ?? saya butuh pa…

  5. eka

    mau baca lengkapnya ada g???
    q kesulitan nyri indikator lingkungan keluarga…
    mksi…

  6. ila

    wah,mantap ni,
    saya jg mau file lengkap’na, boleh junil??

  7. Assalamualykum… boleh dapat file lengkapnya? ini alamat email saya alvanasbullah@yahoo.co.id
    terimakasih in sangaat membantu sekali🙂

  8. syukri

    kalo ptk sd ada gak, boleh kirim ke email :maxquery55@gmail.com. makasih. atau contoh ptk lengkap yoo mass. makasih sebelumnya

  9. assalamualaikum pak,…
    saya mau file lengkapnya.
    alamat e-mail saya rima_alkarim@yahoo.com
    terimakasih

  10. mau minta file lengkapnya ya pak.
    alamat email saya okta_trisari@yahoo.com
    terima kasih yaa pak sebelumnya.

  11. ketaren

    tlg kirim yang lengkap ya ke aketaren@gmail.com. makasih

  12. puguh

    mau file lgkapnya dong.. lg butuh untuk tugas kuliah..
    alamat email saya puguh_ari@ymail.com
    terimakasih

  13. idho

    bisa dikirimkan daftar pustakanya

  14. bisa minta file lengkapnya ga?ini email saya
    fitriah_w@yahoo.com

  15. bulan tambunan

    boleh ga minta file lengkapnya ?aku kesulitan nyari indikator latar belakang keluarga?
    kalau boleh ini emailku : bulantambunan@yahoo.co.id
    mksh ya

  16. boleh minta file lengkapnya ka? aku butuh pengertian lingkungan keluarga, ada?

  17. Damanhuri Rahman

    Assalamualaikum..
    boleh minta file lengkap beserta data-datanya dan beserta angket atau kuesionernya?
    mau baca-baca ka. ini email saya damanhurirahman@gmail.com

  18. damanhuri r

    Assalamualaikum..
    boleh minta file lengkap beserta data-datanya dan beserta angketnya,?
    ini email saya damanhurirahman@gmail.com

  19. damanhuri

    boleh minta file lengkapnya beserta data-datanya dan angketnya? ini email saya damanhurirahman@gmail.com

  20. Damanhuri Rahman

    ka bisa minta file lengkap dan kuesionernya? ini email saya damanhurirahman@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: