Upaya Meningkatkan Perkembangan Psikomotor Siswa Melalui Metoda Pembelajaran Explicit Instruction


Upaya Meningkatkan Perkembangan Psikomotor Siswa Melalui Metoda Pembelajaran  Explicit Instruction pada Mata Pelajaran  Las Dasar di SMK N 5 Padang

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Proses pembelajaran di dalam kelas adalah suatu fenomena yang kompleks. Segala sesuatu yang memiliki arti, setiap kata, setiap pikiran tindakan bahkan gerakan fisik yang paling bermakna dan mengandung arti. Begitu juga dalam  merancang proses pembelajaran, mengubah lingkungan kelas dengan proses pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, menantang, serta membangkitkan kreativitas siswa dalam memberikan ruang gerak dirinya dalam mengembangkan aktivitas berfikir dan fisiknya. Namun sering kali harapan agar mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, menantang, membangkitkan minat dan motivasi serta memacu kreativitas siswa hanyalah harapan belaka.

Guru adalah orang yang mengembangkan tugas dan amanah sebagai pelaksana pembelajaran dan pendidik. Guru haruslah membimbing siswa agar mereka memiliki pengetahuan, keterampilan-keterampilan, pemahaman, kebiasaan yang baik, perkembangan dan sikap yang serasi. Oleh karena itu guru harus melakukan banyak hal agar pengajaran berhasil antara lain mempelajari sikap setiap siswa, merencanakan pengajaran, membantu memecahkan masalah siswa, mengatur dan menilai kemajuan siswa dan juga menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, dengan kata lain semua proses belajar mengajar senantiasa berpedoman pada kurikulum.

Peraturan Pemerintah RI. Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Bab IV Tentang Standar Proses Pasal 19 ayat 1 dalam Efnidar (2006:2) bahwa :

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan dilaksanakan secara  interaktif, inspiratif, menyenangkan , menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa kreativitas dan kemampuan sesuai dengan bakat dan minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.

 

Jadi dituntut kreativitas guru dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas dan lebih baik lagi. Tidak ada alasan bagi guru untuk berdalih keterbatasan waktu, kekurangan media, sumber belajar yang tidak memadai atau sarana dan prasarana yang tidak lengkap. Jika guru memiliki kreativitas, dengan keterbatasan pendidikan yang tetap ada dari waktu kewaktu, akan selalu menciptakan pembelajaran dan kompetensi lulusan yang dapat ditingkatkan.

Sejauh mana guru memahami dan memaknai standar proses dalam pembelajaran yang telah diberikan pemerintah tergantung pada guru itu sendiri. Tapi kenyataannya, proses pembelajaran yang dilakukan belum lagi sesuai dengan standar proses yang ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran belum bervariasi. Kecenderungan hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas saja. Sehingga ketidak bervariasinya metode pembelajaran cenderung mengakibatkan menurunnya minat belajar, kreativitas siswa, dan keterampilan siswa terutama pada mata pelajaran.

Mata pelajaran Las Dasar pada dasarnya mengajarkan tentang keterampilan menggunakan peralatan las untuk menyambung dan memotong suatu benda, dengan demikian siswa dituntut untuk terampil dalam penggunaan peralatan las contohnya menyambung suatu benda, memotong dan menggunakan alat secara baik dengan memperhatikan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) sekaligus dalam kemampuan aspek berfikir (intelektual) serta memiliki sikap yang baik dalam pemanfaatan informasi.

Menurut Depdiknas (2004:3) “Sasaran pembelajaran Las Dasar selalu mengarah dalam 3 (tiga) ranah yang sering disebut Taksonomi Bloom yaitu : (1) Ranah kognitif (kemampuan dan keterampilan berfikir), (2) Ranah Afektif (nilai sikap dan perasaan) dan (3) Ranah Psikomotor (keterampilan fisik)”.

Untuk mencapai ketiga ranah tersebut, berbagai upaya dalam peningkatan keterampilan dan hasil belajar yang dilakukan guru dengan harapan setiap peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran, memiliki keterampilan dan hasil belajar yang baik. Dan setelah dilaksanakan penugasan hanya beberapa orang yang mampu melaksanakannya. Penguasaan psikomotor dan hasil belajar belum memiliki hasil yang menggembirakan. Hal ini terjadi karena kurangnya minat belajar, belum terbiasa dalam menggunakan peralatan las dan kurangnya pemahaman siswa tentang materi pembelajaran yang diberikan guru sehingga kurangnya keinginan siswa untuk melaksanakan praktek dan melatih kemampuan psikomotoriknya yang berakibat peserta didik kurang terampil dalam menggunakan  peralatan las. Hal ini dilihat dari rekapitulasi nilai siswa.

 

 

Tabel 1. Nilai Siswa X M 1

NO

NILAI

JUMLAH SISWA

PERSENTASE

1

2,5 – 4,0

3

8,57 %

2

4,1 – 5,5

9

25,72 %

3

5,6 – 7,0

17

48,57 %

4

7,1 – 8,5

6

17,14 %

5

8,6 – 10

JUMLAH

35

100 %

Sumber : Tata Usaha SMK N 5 Padang (2009)

Melihat berbagai ketimpangan di kelas yang berakibat kurangnya perkembangan psikomotorik siswa antara lain disebabkan karena mereka kurang mengetahui bagaimana cara melatih agar psikomotorik siswa berkembang. Sementara itu guru dalam proses pembelajaran sering tidak melaksanakan metode pembelajaran yang bervariasi dan tidak mempunyai/membuat instrumen unjuk kerja dimana dapat meningkatkan psikomotor siswa.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas diperlukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode pembelajaran  explicit instruction (pembelajaran langsung) yang dilaksanakan selangkah demi selangkah secara berulang-ulang sehingga peserata didik dapat memiliki keterampilan dan memiliki target yang diharapkan. Diharapkan peserta didik dapat meningkatkan perkembangan psikomotornya sekaligus hasil belajarnya pada mata pelajaran Las Dasar.

Categories: PTK, Skripsi | Tags: | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Upaya Meningkatkan Perkembangan Psikomotor Siswa Melalui Metoda Pembelajaran Explicit Instruction

  1. maaf, punya buku referensi tentang psikomotor?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: