ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU CALON MAHASISWA MEMILIH FAKULTAS EKONOMI


ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU CALON MAHASISWA MEMILIH FAKULTAS EKONOMI UNP DI KOTA PADANG

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pendidikan merupakan suatu usaha mutlak yang digunakan untuk membentuk manusia seutuhnya. Pendidikan itu dapat dilakukan secara formal maupun non formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang dilaksanakan disekolah secara teratur, sistematis, mempunyai jenjang dan tingkat yang dilaksanakan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Sedangkan pendidikan non formal adalah pendidikan luar sekolah seperti lembaga-lembaga kursus keterampilan dan pelatihan-pelatihan. Tujuan pendidikan sebagaimana tertuang pada UU Nomor 2 tahun 1989 pasal 4, antara lain dirumuskan : “Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Perguruan tinggi merupakan salah satu lembaga pendidikan yang ikut serta dalam meramaikan jasa pendidikan baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Saat ini, di Indonesia terdapat banyak pilihan bagi lulusan SMA yang ingin melanjutkan studi keperguruan tinggi. Jumlah perguruan tinggi bertambah terus, saat ini terdapat 53 Perguruan Tinggi Negeri dan sekitar 1400 Perguruan Tinggi Swasta yang dapat menjadi kriteria para calon mahasiswa memilih perguruan tinggi yang mereka inginkan. (Departemen Pendidikan Indonesia 2007). Perguruan tinggi selaku penyedia jasa pendidikan tinggi harus dapat membenahi dirinya, sehingga dapat menyesuaikan dengan tingkat perkembangan dan keinginan konsumen yang ingin menggunakan jasa pendidikan tinggi tersebut. Jasa merupakan sesuatu yang bisa dipertukarkan namun kerap kali sulit dialami atau dirasakan fisiknya. Sejalan dengan itu, Kotler (2003:444) menyatakan bahwa jasa adalah setiap tindakan atau manfaat yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepihak lain yang pada esensinya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan sesuatu, produksinya dapat atau tidak dapat dikaitkan dengan suatu produk fisik. Ada empat karateristik jasa yang sangat mempengaruhi rancangan program pemasaran yaitu, tidak berwujud, tidak dipisahkan, bervariasi, dan mudah lenyap. Sejalan dengan kebutuhan dunia kerja akan tenaga kerja yang handal dan berkualitas, mendorong para siswa lulusan SMA untuk membekali diri mereka dengan mencari berbagai perguruan tinggi yang menyediakan berbagai fakultas yang dibutuhkan dalam dunia kerja tersebut. Hal ini menjadi peluang bagi pihak-pihak perguruan tinggi untuk menciptakan pendidikan untuk merespon keinginan banyak para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan keperguruan tinggi. Di Indonesia saat ini, perguruan tinggi negeri merupakan tujuan banyak para calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka dengan mengikuti ujian SPMB agar dapat masuk ke perguruan tinggi negeri favorite mereka. Penilaian yang berbeda bila calon mahasiwa bisa diterima diperguruan tinggi negeri dibandingan mereka kuliah diperguruan tinggi swasta. Hal ini bisa terlihat dengan banyaknya calon mahasiswa yang melanjutkan keperguruang tinggi dengan mengikuti seleksi ujian SPMB yang dinilai mereka dengan masuk/kuliah diperguruang tinggi negeri lebih menunjukkan gengsi yang lebih tinggi jika dibandingkan kuliah diperguruan tinggi swasta. Adapun perkembangan jumlah calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri dengan mengikuti ujian SPMB secara Nasional dapat terlihat pada tabel 1.1 di bawah ini : Tabel 1.1 Jumlah Peserta SPMB Nasional No Tahun Jumlah Peserta 1 2002 358.589 2 2003 350.306 3 2004 336.707 4 2005 310.679 5 2006 343.142 6 2007 393.168 (Sumber:Media-Indonesia,Sinar Harapan, Kompas dan Tempo interaktif Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan dan penurunan jumlah peserta SPMB secara Nasional. Hal ini terjadi pada tahun 2002 yang pesertanya berjumlah 358.589 orang meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2003 yang hanya berjumlah 350.306 orang, atau mengalami penurunan sebesar 8.823 orang. Hal ini juga terjadi pada tahun 2004 yang berjumlah 336.707 orang dan kemudian turun menjadi 310.679 orang peserta pada tahun 2005, atau penurunan yang terjadi yaitu sebesar 25.728 orang. Namun di tahun 2006 dan 2007 peserta SPMB mengalami peningkatan dari 343.142 orang peserta, naik menjadi 393.168 orang di tahun 2007, atau terjadi kenaikan sebesar 50.026. Walaupun pertumbuhan peminat calon mahasiswa yang mengikuti SPMB untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri mengalami fluktuasi dan penurunan jumlah peminatnya namun peminat calon mahasiswa untuk mengikuti ujian SPMB tetap banyak. Hal ini dikarena berkaitan langsung dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa tersebut, karena biaya kuliah yang mahal akan membuat calon mahasiswa berpikir panjang untuk masuk ke perguruan tinggi swasta Penilaian terhadap jasa biasanya lebih tinggi, dalam mutu dan pengalaman serta kepercayaan, sehingga konsumen merasakan lebih banyak resiko ketika melakukan pembelian. Menurut Kotler (2003:496) hal ini mengakibatkan beberapa konsekuensi yaitu : 1. Konsumen jasa biasanya lebih bergantung pada promosi dari mulut kemutut dari pada iklan perusahaan jasa. 2. Mereka sangat mengandalkan harga, petugas dan petunjuk fisik untuk menilai kualitas jasa yang diberikan. 3. Apabila merasa puas maka mereka (pelanggan) akan sangat setia terhadap penyedia jasa. Perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat ini, sangat membutuhkan tenaga kerja yang berbakat dan siap pakai yang menuntut profesionalisme, kematangan, kesiapan dan kejelian dalam mengenali dan menangkap setiap peluang usaha sebagai kosekuensi logis dari persaingan bisnis yang kian tajam dan beragam. Semakain banyaknya lembaga pendidikan tinggi negeri mengakibatkan semakin banyak alternative pilihan bagi konsumen dan persaingan semakin ketat. Dalam menghadapi persaingan yang terjadi di antara lembaga pendidikan tinggi negeri merebut konsumen, telah mendorong perusahaan untuk melakukan berbagai cara agar produk yang ditawarkan lebih menonjol dari pada produk-produk saingannya. Cara yang dilakukan perusahaan adalah dengan menjalankan kegiatan pemasaran secara efektif. Kegiatan pemasaran jasa meliputi usaha dari perusahaan dalam merencanakan produk, menentapkan harga, mempromosikan, mendistribusikan, menyediakan tenaga professional, serta memberikan pelayanan yang baik kepada kosumen sebagai pemakai jasa. Konsumen yang ada pada saat sekarang ini tidak lagi sekedar membeli suatu produk tetapi juga segala aspek-aspek jasa yang melekat pada produk tersebut. Para pelanggan akan mencari produk berupa barang atau jasa dari perusahaan yang dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepadanya (Assauri, 2003:25). Menurut Wahyuddin dan Muryati (2001:191), dalam pelayanan yang disebut konsumen (customer) adalah masyarakat yang mendapat manfaat dari kativitas yang dilakukan oleh organisasi atau petugas dari organisasi pemberi layanan tersebut. Dengan melihat perkembangan yang sama di Kota Padang, mengenai minat para siswa-siswa SMA untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi negeri yang ada di Kota Padang. Berbagai macam program studi atau jurusan yang ditawarkan oleh perguruan tinggi negeri yang ada di Kota Padang menjadikan begitu banyak kesempatan para calon mahasiswa untuk dapat menikmati serta melanjutkan pendidikan tinggi ke jenjang universitas. Perguruan tinggi negeri yang ada di Kota Padang menawarkan berbagai jurusan atau program studi yang memiliki peminat yang banyak diantaranya Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa, Fakultas Hukum dan sebaginya. Namun dalam pemilihan siswa SMA memilih sebuah jurusan atau program studi yang ada disebuah universitas lebih cenderung dengan berbagai faktor yang mempengaruhi diantaranya karena kesempatan untuk bekerja, berdasarkan kemampuan siswa tersebut hingga dukungan dari keluarga. Namun faktor-faktor lain yang mungkin menjadi penentu calon mahasiswa memilih sebuah perguruan tinggi adalah status perguruan tinggi tersebut. Status adalah gambaran kondisi perguruan tinggi, apakah negeri atau swasta. Namun dari sekian banyak calon mahasiswa mereka lebih berminat memilih perguruan tinggi negeri dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta. Hal ini dikarena berkaitan langsung dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa tersebut, karena biaya kuliah yang mahal akan membuat calon mahasiswa berpikir panjang untuk masuk ke perguruan tinggi swasta. Proses belajar mengajar juga mungkin dijadikan pertimbangan dalam calon mahasiswa memilih sebuah perguruan tinggi. Citra perusahaan juga menjadi pertimbangan calon mahasiswa memilih sebuah perguruan tinggi negeri, hal ini dikarenakan citra sebuag perguruan tinggi memberikan sebuah gambaran suatu perturuan tinggi terkemuka dab bergengsi. Selain hal itu, mutu dosen dan staf pengajar juga menjadi pertimbangan calon mahasiswa memilih sebuah perguruan tinggi. Jika dosen suatu perguruan tinggi bermutu, proses belajar mengajar berjalan dengan baik maka dapat diharapkan output yang baik pula. Adapun perkembangan jumlah calon mahasiswa yang mengikuti ujian SPMB di Kota Padang yang memilih Fakultas pilihan mereka dapat dilihat pada tabel 1.1. Tabel 1.2 Jumlah Data Peminat Calon Mahasiswa SPMB Kota Padang No Thn FEKON HUKUM FMIPA TEKNIK FBSS FIS 1 2003 10.231 2.664 4.330 5.412 4.388 2.838 2 2004 10.101 2.641 4.769 5.648 4.433 2.611 3 2005 6.696 2.221 5.055 3.596 4.167 4.758 4 2006 7.701 1.915 5.998 4.656 5.145 4.723 Total 34.729 9.441 20.152 19.312 18.133 14.930 Sumber :Buku Petunjuk SPMB 2004-2007 Dari data Tabel 1.2 di atas jumlah peminat calon mahasiswa pada Fakultas pilihan mereka. Namun, peminat calon mahasiswa pada Fakultas Ekonomi Negeri yang ada di Kota Padang terus mengalami peningktan dari tahun ke tahun yang memiliki beberapa program studi diantaranya yaitu manajemen, akuntansi, ilmu ekonomi, pendidikan ekonomi dan ekonomi pembangunan. Pada tahun 2003 calon mahasiswa yang berminat memilih Fakultas Ekonomi sebanyak 10.231 orang dan tahun 2004 sebanyak 10.101 orang, atau terjadi penurunan sebesar 130 orang peminat. Peminat pada tahun 2005 juga mengalami penurunan di bandingkan tahun 2004 sebesar 3.405, dari 6.696 peminat pada tahun tersebut. Pada tahun berikutnya yaitu tahun 2006 peminat Fakultas Ekonomi kembali mengalami peningkatan sebesar 7.701, atau meningkat sebesar 1.005 orang peminat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga total jumlah peminat calon mahasiswa yang memilih Fakultas Ekonomi dari tahun 2003-2006 yaitu sebesar 34.729 orang. Walaupun pertumbuhan peminat calon mahasiswa terhadap Fakultas Ekonomi Negeri mengalami fluktuasi dan penurunan jumlah peminatnya namun Fakultas Ekonomi Negeri yang terdiri dari beberapa program studi diantaranya Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Pendidikan Ekonomi masih tetap memiliki peminat yang lebih tinggi dibandingkan peminat yang memilih fakulas lain pada SPMB. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat kebutuhan dunia kerja terhadap tamatan Fakultas Ekonomi yang banyak dibutuhkan oleh lembaga pemerintah maupun swasta. Fakultas Ekonomi merupakan salah satu fakultas yang menawarkan berbagai program studi, diantaranya Manajemen, Akuntansi, Pendidikan Ekonomi, Ilmu ekonomi dan Ekonomi Pembangunan. Fakultas ekonomi juga merupakan fakultas yang menjadi banyak pilihan calon mahasiswa dalam memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri di Kota Padang. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kebutuhan perusahaan-perusahaan mencari para tenaga kerja yang berasal dari lulusan Fakultas Ekonomi, selain itu tamantan fakultas ekonomi juga mampu menciptakan peluang berwirausaha yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Hal inilah menjadi salah satu faktor mengapa banyak calon mahasiswa memilih Fakultas Ekonomi Negeri untuk melanjutkan pendidikan mereka Fakultas Ekonomi yang termasuk dalam usaha bisnis yang menekankan pada penjualan jasa. Jasa itu sendiri didefinisikan oleh Payne (Wardi, 2004:14) merupakan aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau manfaat) intangible yang berkaitan dengannya, yang melibatkan interaksi dengan atau dengan barang-barang milik, dan tidak menghasilkan transfer kepemilikan Semakin banyaknya perguruan tinggi sebagai penyedia jasa pendidikan untuk selalu memperhatikan dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan konsumennya, maka pada akhirnya akan dapat menciptakan kepuasan pelanggan. Menurut Mowen dan Minor (2002:25) analisa pengambilan keputusan konsumen meliputi bagaimana orang memilih diatara dua atau lebih pilihan alternatif dan mempelajari proses yang terjadi dan sesudah pilihan tersebut diambil. Menyikapi masalah di atas, sebagai penyedia jasa pendidikan tinggi yang harus peka terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan mengadakan evaluasi atau riset mengenai faktor penentu calon mahasiswa memilih Fakultas Ekonomi Negeri di Kota Padang, hasilnya akan diketahui apakah jasa atau produk yang ditawarkan perusahaan telah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan calon mahasiswa. Ditengah persaingan yang ketat saat ini kepuasan pelanggan merupakan faktor yang paling penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

Categories: Skripsi | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: