Hubungan Hasil Belajar Motor Otomotif dengan Minat Berwiraswasta


Hubungan Hasil Belajar Motor Otomotif dengan Minat Berwiraswasta Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Program Keahlian Mekanik Otomotif tahun ajaran 2008/2009

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dalam menyongsong era globalisasi sekarang ini, perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) berkembang sangat pesat. Sejalan dengan itu persaingan disegala bidang kususnya di dunia usaha sangat tajam, oleh karena itu setiap individu dituntut  untuk lebih terampil dibidangnya masing-masing agar dapat mempertahankan hidupnya. Dalam kondisi yang demikian dibutuhkan tenaga kerja yang mampu bekerja dengan baik, berdisiplin, terampil, kreatif dan produktif.

Salah satu sumber yang merupakan modal pembangunan adalah produk dari lembaga pendidikan, oleh karena itu pendidikan diharapkan menghasilkan sumber daya  manusia yang berkualitas dan mampu berperan untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Dalam menempuh mutu pendidikan pemerintah menempuh berbagai kebijakan terutama meningkatkan kemampuan guru, penambahan sarana dan prasarana serta pembaharuan program pendidikan demi terciptanya lulusan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat maupun dunia industri.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah suatu lembaga pendidikan teknik kejuruan. Penyelenggaraan sekolah kejuruan dimaksudkan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang mempunyai sikap terampil dan terlatih.

Titik berat Sekolah Menengah Kejuruan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan guna mempersiapkan lulusannya guna memasuki lapangan kerja. Berbagai upaya secara khusus telah dilaksanakan seperti perbaikan kurikulum yang terus menerus bekembang, penerapan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dan penyediaan alat–alat praktek yang disesuaikan dengan kebutuhan, karena pada hakikatnya sekolah kejuruan berorientasi pada dunia kerja, meliputi pengetahuan dan keterampilan maka kualitas lulusannya adalah tolak ukur untuk memenuhi tuntutan lapangan pekerjaan.

Keterampilan merupakan suatu profesi, dengan memiliki keterampilan seseorang dapat professional, misalnya ahli mesin atau ahli dalam bidang otomotif. Penguasaan keterampilan yang baik akan memberikan lapangan kerja dan penghasilan bagi siswa yang bersangkutan dan akan memberikan kepercayaan yang tinggi untuk berwiraswata.

Dari uraian tersebut di atas dapat di tegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejurun diutamakan untuk memasuki dunia usaha/kerja dan berwiraswasta. Akan tetapi kenyataan yang ditemukan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan ternyata belum dapat sebagai penghasil tenaga kerja dan lapangan kerja (wiraswasta) yang siap beradaptasi dengan dunia kerja

Disisi lain banyak pihak yang mengatakan bahwa sekolah kejuruan tidak efisien, gurunya tidak terampil atau kurang bermutu, fasilitas bengkel dan kurikulumnya tidak relevan dengan kemajuan dunia kerja sehingga lulusannya tidak siap untuk beradaptasi dengan dunia kerja dan sulit melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi. Sementara masyarakat lebih menghargai status pegawai negeri atau pegawai swasta dibanding status wiraswasta dengan kerja kasar yang umumnya dilakukan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan.

Uraian di atas menimbulkan adanya kesenjangan antara lulusan yang dihasilkan lembaga pendidikan SMK dengan kebutuhan tenaga kerja. Untuk mengatasi hal ini dalam GBPP SMK rumpun otomotif dikembangkan beberapa mata pelajaran praktik yang membantu siswa mengembangkan diri sebagai pencipta lapangan kerja. Dengan pengetahuan (Hasil Belajar) dan keterampilan yang dimiliki siswa maka akan timbul minat dalam menciptakan lapangan kerja baru (wiraswasta).

SMK Negeri 2 Meulaboh sebagai salah satu lembaga sekolah kejuruan milik Pemerintah sudah banyak mencetak lulusan yang bekerja di dunia industri, namun yang membuka usaha/kerja mandiri (berwiraswasta) masih sangat jarang, misalnya perbengkelan. hal ini disebabkan modal usaha, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki siswa untuk memiliki usaha sendiri.

Dengan perkembangan IPTEK yang semakin pesat SMK Negeri 2 Meulaboh tidak mau ketinggalan untuk meningkatkan kualitas dan mutu lulusannya, ini terlihat dari usaha yang dilakukan pemerintah untuk menambah fasilitas serta sarana dan prasarana baik praktik maupun teori terlebih lagi dalam meningkatkan mutu tenaga pengajar di SMK tersebut. Berbekal dari keterangan tersebut di atas serta keingintahuan penulis bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa dalam hubungannya dengan minat berwiraswasta, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Hasil Belajar Motor Otomotif dengan Minat Berwiraswasta Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Program Keahlian Mekanik Otomotif tahun ajaran 2008/2009”

Categories: Skripsi | Tags: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: