Pengaruh Pengalaman Praktek Kerja Industri dan Informasi Dunia Kerja terhadap Minat Berwirausaha


Pengaruh Pengalaman Praktek Kerja Industri dan Informasi Dunia Kerja terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XII di SMK Negeri 1 Tanjung Raya

BAB I

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pendidikan formal yang memiliki pola pelatihan khusus untuk mengarahkan peserta didik agar menjadi lulusan yang siap terjun secara profesional dan ikut bergerak di dunia wirausaha atau perusahaan. Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional pasal 15 Depdiknas (2006: 8) disebutkan bahwa Pendidikan Kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Untuk menunjang tujuan ini, dirancang Pendidikan Sistem Ganda (PSG), sebagai perwujudan kebijaksanan dan Link and Match. Dalam prosesnya, PSG ini dilaksanakan pada lembaga (tempat) yaitu di sekolah dan di dunia kerja. Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu tamatan SMK dalam menciptakan relevansi pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja.

Misi utama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah untuk mempersiapkan peserta didik sebagai calon tenaga kerja dan wirausaha yang memiliki kesiapan bersaing di era global. Keberadaan SMK dituntut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja. Sehingga peserta didik harus memiliki keterampilan serta sikap profesional dalam suatu bidang. Dalam kurikulum SMK Dikmenjur (2008: 9) tujuan SMK adalah menciptakan lulusan: (1) Memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional. (2) Mampu memilih karier dan mampu berkompetisi serta mengembangkan diri. (3) menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha, dunia industri saat ini dan masa yang akan datang. (4) Menjadi tenaga kerja yang produktif, adaptif dan kreatif.

Krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonesia sejak tahun 1996 tidak saja melumpuhkan dunia usaha, tetapi juga menggoyahkan sendi-sendi kesejahteraan masyarakat luas. Laju pertumbuhan penduduk yang pesat menjadikan dunia kerja menjadi kian sempit, sehingga mengakibatkan tingkat pengangguran menjadi tinggi. Adanya penganguran dalam anggota keluarga berarti masalah bagi anggota keluarga yang lain. Sebab, mereka terpaksa menanggung beban hidup anggota keluarga yang menganggur. Pengangguran ini bukanlah hasil sebuah pilihan untuk tidak bekerja, tetapi akibat dari semakin sulitnya mendapatkan pekerjaan.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 118 juta orang, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2012 mencapai 7,24 juta orang atau 6,14% dari total angkatan kerja.

Tabel 1. Tingkat Penggangguran Terbuka Berdasarkan Jenjang Pendidikan

Jenjang Pendidikan

Jumlah

Tidak / Belum Pernah Sekolah

82.411 Orang

Belum /  Tidak Tamat SD

503.379 Orang

Sekolah Dasar (SD)

1.449.508 Orang

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

1.701.294 Orang

Sekolah Menengah Atas (SMA)

1.832.109 Orang

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

1.041.265 Orang

Diploma I/II/III/Akademi

196.780 Orang

Universitas

438.210 Orang

Jumlah Total

7.244.956 Orang

Sumber:http://bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=06&notab=4 diakses 24 Januari 2013

Dari data dari Ikatan Alumni SMK Negeri 1 Tanjung raya mengenai sebaran lulusan yang mengisi dunia kerja dan menciptakan lapangan kerja dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut.

Tabel 2. Jejak Alumni SMK Negeri 1 Tanjung Raya tahun 2010-2012

Tahun

Jumlah Lulusan

Kategori

Jumlah

Persentase

2010

156 Orang

  1. Berwirausaha

14

9%

  1. Melanjutkan Pendidikan

29

19%

  1. Pegawai Swasta

35

22%

  1. Pegawai Negeri

3

2%

  1. Lain-Lain

23

15%

  1. Tidak Diketahui

52

33%

2011

174 Orang

  1. Berwirausaha

18

10%

  1. Melanjutkan Pendidikan

37

21%

  1. Pegawai Swasta

32

18%

  1. Pegawai Negeri

0

0%

  1. Lain-Lain

15

9%

  1. Tidak Diketahui

72

41%

2012

181 Orang

  1. Berwirausaha

9

5%

  1. Melanjutkan Pendidikan

36

20%

  1. Pegawai Swasta

28

15%

  1. Pegawai Negeri

0

0%

  1. Lain-Lain

9

5%

  1. Tidak Diketahui

99

55%

Sumber: Ikatan Alumni SMK Negeri 1 Tanjung Raya

Dari data di atas tergambar bahwa masih besarnya jumlah lulusan tidak diketahui profesi yang digelutinya, hal ini bertitik berat pada lulusan tersebut masih belum mendapatkan pekerjaan tetap. Penciptaan lapangan kerja yang takmampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja menyebabkan banyaknya pengangguran, sementara tuntutan kualitas sumber daya manusia makin lama makin tinggi. Dengan melihat kondisi tersebut, maka sektor informal merupakan alternatif yang dapat membantu menyerap orang-orang yang menganggur, terampil kreatif akan menjadi peredam di tengah pasar global.

Categories: Tesis | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: