Meningkatkan Aktivitas Siswa Dalam menghias taplak meja dengan Sulaman Pita Melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning


Meningkatkan Aktivitas Siswa Dalam menghias taplak meja dengan  Sulaman Pita Melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning di SMP Negeri 2 Kecamatan Suliki
Kabupaten 50 Kota

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting dalam segala aspek kehidupan manusia. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah membawa pengaruh yang besar di segala bidang kehidupan manusia. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan perkembangan suatu negara. Menyadari pentingnya pendidikan nasional pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, (Sisdiknas, Pasal 3 Hal 11)

“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Untuk terwujudnya fungsi pendidikan Nasional tersebut maka pemerintah menuangkan dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Kurikulum SMP terdiri dari kurikulum Nasional dan kurikulum Muatan Lokal. Sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi, bahwa struktur kurikulum yaitu: (1) Kelompok mata pelajaran agama akhlak mulia dan kewargannegeraan kepribadian, (2) Ilmu pengetahuan dan teknologi, (3) Muatan Lokal, dan (4) pengembangan diri.

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan bakat, minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri dibawah bimbingan konseler, guru, atau tenaga pendidik yang dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.

Program pengembangan diri, di SMPN 2 Kecamatan Suliki Kabupaten 50 Kota berdasarkan standar isi yang sudah dijelaskan di atas wajib dilaksanakan. Pelaksaannya disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing SMPN 2 Kecamatan Suliki mengelompokkan siswanya menurut minat dan bakat yaitu : olahraga, seni budaya, kepramukaan, dan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di SMPN 2 Kecamatan Suliki dilaksanakan dalam program pengembangan diri, diluar jam wajib, diakui 2 jam tatap muka, programnya dibuat sendiri, sesuai dengan kebutuhan siswa itu sendiri. Dalam kelompok Pendidikan Kesejahteraan Keluarga ini, dibagi atas dua yaitu kelompok tata busana, dan kelompok tata boga masing-masing kelompok tersebut diajarkan persemester.

Dalam pembelajaran Ketrampilan Tradisional Minangkabau (KTM) ini sangat diperlukan aktivitas, sebab prinsip adalah berbuat dan mengubah tingkah laku untuk melakukan kegiatan, tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Aktivitas merupakan prinsip atau azas yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Sebagaimana menurut pendapat oleh Suherman (1999:24) bahwa “Aktivitas merupakan fungsi interaksi antara individu dengan situasi sekitarnya yang diarahkan oleh tujuan belajar”. Aktivitas belajar merupakan suatu pendekatan untuk pengelolaan sistem pembelajaran, dengan belajar aktif menunjukkan kemandirian siswa dalam proses belajar.

Dalam mata pelajaran keterampilan sulaman pita, guru dalam proses pembelajaran harus mampu membangkitkan aktivitas belajar siswa. Aktivitas belajar siswa yang tinggi dalam belajar akan membangkitkan semangat belajar siswa, sehingga terjadi suasana belajar yang menyenangkan dan mengasikkan.

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama proses pembelajaran keterampilan di kelas VIII SMP N 2 Kecamatan Suliki, ditemukan masalah dalam proses pembelajaran. Masih rendahnya aktivitas siswa dalam pengembangan diri menghias taplak meja dengan hiasan sulaman pita disebabkan oleh beberapa faktor :

  1. Siswa kurang bisa membentuk bunga dalam membuat sulaman pita.
  2. Siswa kurang aktif dalam membentuk daun dalam sulaman pita.
  3. Siswa tidak percaya diri untuk bertanya baik pada guru maupu pada siswa yang lain.
  4. Siswa kurang memahami tata letak motif.
  5. Siswa kurang bisa mendesain motif pada taplak meja.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian ini penting dan mendesak untuk dilakukan, dengan judul “Meningkatkan Aktivitas Siswa Dalam menghias taplak meja dengan  Sulaman Pita Melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning di SMP Negeri 2 Kecamatan Suliki Kabupaten 50 Kota”.

Categories: PTK, Skripsi | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: