Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Mempelajari Pakaian Adat Kebesaran Luhak Limo Puluah Koto Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning


Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Mempelajari Pakaian Adat  Kebesaran Luhak Limo Puluah Koto Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Media Video di  Kelas VIII 1  SMP N 1 Suliki

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah 

Pemerintah memberi ruang yang sangat luas bagi satuan pendidikan atau sekolah untuk menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) secara otonom dengan tetap berpedoman Standar Isi (SI) Permen Diknas No.22 Tahun 2006, dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Permen Diknas No. 23 Tahun 2006. Otonom yang dimaksud tidak hanya pada satuan pendidikan, tetapi juga kepada guru. Guru dituntut mengembangkan kurikulum secara profesional, kreatif dan kritis, dengan tetap berpegang kepada koridor ilmiah, sistematis, relevan, reliabel, dan menyesuaikan dengan lingkungan sosial budaya dan kubutuhan lokal.

Mata pelajaran Muatan Lokal merupakan bagian dari struktur kurikulum yang terdapat pada standar isi di dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Keberadaan mata pelajaran Muatan Lokal berupa bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, penyelenggaraan pendidikan masing-masing daerah lebih meningkatkan relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan dan mengupayakan meningkatkan pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum Muatan Lokal mendukung dan melengkapi kurikulum nasional.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ruang lingkup mata pelajaran muatan lokal adalah: (1) Ruang lingkup keadaan dan kebutuhan daerah. (2) Ruang lingkup isi dan jenis muatan lokal dapat berupa, bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, kerajinan daerah, adat istiadat, dan keterampilan serta yang dianggap perlu oleh daerah masing-masing.

Kurikulum muatan lokal Budaya Alam Minangkabau ditetapkan berdasarkan keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan  Propinsi Sumatera Barat  No: 012.08.c.1994 tanggal 1 Februari 1994. Mata pelajaran ini memuat hal-hal pokok tetang Budaya Alam Minang kabau. Bahan kajian dipilih dan ditetapkan berdasarkan pertimbangan  kebutuhan siswa dan masarakat serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pertimbangan tersebut diharapkan siswa akrab dan cinta terhadap lingkungan dan budayanya.

Kurikulum muatan lokal Sekolah Menengah Pertama (1995: 1) bahwa mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau berfungsi untuk :

  1. Memberikan pengetahuan dasar terhadap siswa tentang Budaya Alam Minangkabau sebagai bagian budaya nasional.
  2. Memupuk dan menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan terhadap alam Minangkabau dalam rangka memupuk rasa cinta terhadap budaya nasional.
  3. Mendorong siswa agar menghayati dan menerapkan nilai- nilai Budaya Alam Minangkabau yang relevan dalam kehidupannya.
  4. Memberi dorongan pada siswa untuk menggali, melestarikan,  mengembangkan Budaya Alam Minangkabau dalam rangka memupuk perkembangan budaya nasional.

Bahan kajian mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) meliputi adat alam Minangkabau dan Sastra Minangkabau. Bahan kajian ini tidak dipilah-pilah secara tajam kerena bahan yang satu dengan yang lain saling berhubungan dan saling mendukung.  Bahan kajian dikembangkan dengan memperhatikan kedalaman dan keluasan materi menurut tingkat kelas.

Program kurikulum muatan lokal di SMP 1 Suliki salah satunya adalah mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM). Mata pelajaran ini bertujuan: memberikan pengetahuan dasar kepada siswa tentang budaya alam Minangkabau, memupuk dan menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan terhadap alam Minangkabau, dan mendorong siswa menghayati dan menerapkan nilai-nilai budaya alam Minangkabau yang relevan dalam kehidupannya.

Pakaian adat merupakan materi yang perlu diajarkan pada mata pelajaran BAM, karena ini merupakan budaya daerah yang menunjukkan ciri khas suatu suku. Sebagaimana yang dikemukakan Zulkarnaini (1994: 13):

Sebagai anggota masarakat suku bangsa Minangkabau anda perlu mengenal wilayah budaya itu. Selain karena menyangkut dengan budaya suku bangsa, budaya daerah itu memperkaya budaya nasional, semakin banyak budaya daerah yang diangkat kepermukaan, semakin terlihat kekayaan budaya bangsa  ini. Itulah sebabnya pengenalan budaya itu perlu bagi generasi muda bangsa.

 

Memperkenalkan dan memberikan pengetahuan dasar tentang Budaya Alam Minangkabau kepada siswa merupakan langkah untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap budaya daerahnya, sehinga rasa cintanya itu akan menimbulkan dorongan dalam dirinya untuk menghayati dan menerapkan nilai-nilai  Budaya Alam Minangkabau yang relevan dalam kehidupannya seperti kata pepatah mengatakan, tak kenal maka tak tahu, tak tahu maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Untuk menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap pakaian adat daerahnya maka perlu diajarkan materi ini kepadanya, tetapi dengan hanya mempelajari belum tentu rasa cinta itu akan tumbuh dalam diri siswa.   Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam membimbing siswa untuk menumbuhkan apresiasi dan rasa cinta terhadap pakaian adat daerahnya seperti: a). Mengadakan kegiatan lomba busana daerah pada acara klas meting. b). Mengikuti acara lomba busana daerah yang diadakan di tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten. Mengajak siswa menyaksikan acara pawai pekan budaya Luhak Limo Puluah Koto yang setiap tahun diadakan atau menyaksikan rekaman videonya untuk pembelajaran didalam kelas.

Materi yang dikembangkan dan diajarkan kepada siswa adalah Pakaian Adat Kebesaran Luhak Limo Puluah Koto materi ini diberikan dikelas VIII. Berdasarkan pengalaman dan temuan penulis pada tahun-tahun sebelumnya dalam mengajarkan materi ini motivasi siswa  sangat kurang, ini dapat dilihat dari gejala-gejala yang terjadi selama berlangsungnya proses pembelajaran seperti: 1. Kurangnya perhatian  siswa  waktu guru menjelaskan materi pakaian adat, 2. Kurangnya motivasi siswa dalam  bertanya tentang pakaian adat, 3. Kurangnya semangat siswa menyelesaikan tugas–tugas yang diberikan guru

Categories: PTK | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: