Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)


Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Padang

BAB I

PEDAHULUAN

A. Latar Belakang

           Dalam Pasal 2 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU RI No. 20 TH. 2003) dijelaskan bahwa:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

 

Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah  yang berlaku saat ini adalah Kurikulum 1994 yang ditetapkan melalui keputusan Mendikbud No. 60/U/1993 dan No. 61/U/1993, setelah beberapa tahun Kurikulum 1994 diimplementasikan. Pemerintah memandang perlu dilakukan kajian dan penyempurnaan sesuai dengan antisipasi berbagai perkembangan dan perubahan yang terjadi baik ditingkat nasional maupun global. Oleh karena itu, sejak tahun 2001, Depdiknas melakukan serangkaian kegiatan untuk menyempurnakan Kurikulum 1994 melakukan rintisan (piloting) secara terbatas untuk validasi dan mendapatkan masukan empiris. Kurikulum ini disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), karena menggunakan pendekatan kompetensi, dan kemampuan minimal yang harus dicapai oleh perserta didik pada setiap tingkatan kelas dan pada akhir satuan pendidikan dirumuskan secara eksplisit. Di samping dirumuskan kompetensi, dirumuskan juga materi standar untuk mendukung pencapaian kompetensi dan indikator yang dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk melihat ketercapaian hasil belajar.

Penyempurnaan Kurikulum 1994 yang dimulai sejak tahun 2001 dan perintisan dilakukan pada beberapa sekolah oleh Pusat Kurikulum Balitbang dan Direktorat Jenderal Dikdasmen. Draf Kurikulum hasil rintisan tersebut semula akan diberlakukan penerapannya di sekolah-sekolah tahun ajaran 2004/2005 namun dengan lahirnya Undang-Undang  Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (NSP). Sesuai dengan  PP Nomor 19 tahun 2005, penyempurnaan Kurikulum selanjutnya di lakukan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Setelah BSNP melakukan penyempurnaan sesuai dengan PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mengusulkan standar isi dan standar kompetensi lulusan kepada Mendiknas. Selanjutnya BSNP  mengembangkan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang di dalamnya terdapat model-model Kurikulum Satuan Pendidikan.

Mengacu kepada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, PP Nomor 19 tahun 2005 tentang SNP, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Permendiknas Nomor tahun 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Permendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, serta Panduan Penyusunan Kurikulum yang dibuat BSNP, setiap satuan pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kurikulum yang diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing. Bagi satuan pendidikan yang belum siap mengembangkan kurikulum, dapat menggunakan model kurikulum yang dikembangkan oleh BSNP. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dan diadaptasikan dengan kondisi sekolah, masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi informasi yang berkembang sangat pesat bersamaan dengan era globalisasi.

Realisasi kurikulum merupakan usaha Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk meningkatkan mutu pendidikan dan lulusannya. Guru berperan sebagai pelaksana kurikulum, maka penerapan kurikulum di lapangan perlu ditinjau sehingga pelayanan pendidikan yang berikan lebih optimal dan dapat menghasilkan mutu pendidikan sesuai dengan yang diharapkan. Kesiapan guru dalam pembelajaran merupakan kunci keberhasilan guru dalam kegiatan belajar dan pembelajaran (KBM), karena kesiapan guru dalam melaksakan KBM akan memberikan pengaruh yang besar dalam menunjang kelancaran proses KBM yang dilaksanakan.

 

Tabel 1. Daftar Jumlah Guru SMK Negeri 1 Padang

Jumlah Guru SMK Negeri 1 Padang

Tahun Ajaran

PNS

Bantu

Honorer

2007/2008

125 Orang

5 Orang

30 Orang

Jumlah:     160 Orang

(Sumber: Bagian Kurikulum SMK Negeri 1 Padang, 30 Agustus 2007)

 

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khusus teknologi merupakan salah satu SMK yang ada di Indonesia. Sekolah ini berkompeten di bidang teknologi yang menghasilkan lulusan yang siap pakai, terampil, dan berkulitas di bidang ilmu teknologi. SMK Negeri 1 Padang Tahun ajaran 2007/2008 telah menerapkan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) dalam sistem pendidikan dan pengajarannya. SMK Negeri 1 Padang merupakan salah satu SMK bidang teknologi di Sumatera Barat yang dituntut untuk tetap menjaga dan meningkatkan mutu lulusannya yang harus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tenaga pendidiknya untuk mampu bersikap profesional sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkulitas dan mempunyai daya saing.

Untuk terus meningkatkan kualitas sekolahnya, SMK Negeri 1 Padang menerapkan KTSP dalam sistem pengajarannya. Disamping itu guru juga dituntut untuk bersikap profesional dengan tugasnya dengan adanya sistem sertifikasi guru. Guru juga diuji agar bisa mendapatkan sertifikat kompetensi mengajar agar bisa tetap mengajar dan mengajukan kenaikan pangkat. Guru punya tanggung jawab untuk melengkapi persyaratan dan kemampuan dalam mengajar.

Dari wawancara terhadap beberapa guru SMK Negeri 1 Padang dapat disimpulkan bahwa pembekalan atau seminar yang di lakukan oleh pihak sekolah untuk mensosialisasikan KTSP baru sekali bahkan tidak semua guru ikut dalam acara tersebut. Dikarenakan sosialisasi tentang KTSP yang dirasa kurang oleh guru sehingga para guru belum sepenuhnya paham apa itu KTSP dan kurang siap untuk merealisasikannya. Tapi siap tidak siap guru harus tetap melaksanakan KTSP tapi kenyataanya, guru masih belum memahami apa itu KTSP dan bagaimana membuat kurikulum sesuai dengan KTSP sementara guru dituntut kesiapanya dalam melaksanakan dan penyelesaian kurikulum KTSP oleh sebab itu kesiapan guru dalam penerapan KTSP sangat penting untuk tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan.

Hasil pengamatan selama melaksanakan Program Pengalaman Praktek Lapangan Kependidikan (PPLK) di SMK Negeri 1 Padang dan wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum, sebagain guru di SMK Negeri 1 Padang ada yang belum melaksanakan tugasnya dengan menunjukkan kinerja guru yang masih rendah ini disebabkan guru datang mengajar terlambat dan pulang lebih cepat dari jadwalnya. Ada juga guru yang belum menyiapkan bahan ajar sesuai KTSP karena belum mengetahui bagaimana sistem pembelajaran sesuai KTSP sehingga siswa belum mendapat pembelajaran yang maksimal yang mendukung kegiatan pembelajaran.

Berdasarkan uraian di atas, setiap guru diharuskan mampu berkompetensi dan siap dalam melaksanakan KTSP dengan segala kendala yang dihadapi guru tersebut untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kesiapan dan pemahaman guru mempunyai peranan penting dalam melaksanakan proses belajar mengajar sehingga apa yang diharapkan sebagai tujuan pendidikan dapat tercapai. Dengan siapnya guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar diharapkan menjadikan kualitas pendidikan semakin baik.

Sehubungan dengan hal tersebut dan dari beberapa penelitian skripsi mengenai kesiapan guru dalam melaksanakan kurikulun  bahwasanya dari penelitian Zuryana (2005) dan Rizki Manurung (2006) tersebut kesiapan guru dikategorikan siap. Maka penulis ingin melakukan penelitian dengan judul “Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Padang”.

Categories: Skripsi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: