Persepsi Guru terhadap Pelaksanaan Supervisi oleh Kepala Sekolah


Persepsi Guru terhadap Pelaksanaan Supervisi oleh Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok

BAB I

PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang

Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah.

Agar proses pembelajaran lebih optimal diperlukan peran penting kepala sekolah, kepala sekolah memegang peranan penting untuk memberikan pembinaan kepada guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah RI. Nomor 28 tahun 1990 tentang pendidikan dasar pasal 12 ayat 1 yang berbunyi: “kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidikan lainnya dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana”. Sebagai faktor kunci keberhasilan pendidikan, kepala sekolah SD bertanggung jawab untuk mengatur dan menjalankan penyelanggaraan pendidikan dan proses pembelajaran dalam mencapai tujuan organisasi sekolah.

Kepala sekolah sebagai top management (manajemen puncak) di SD harus mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai edukator, administrator, supervisor, leadership, inovator dan manajer. Salah satu fungsi kepala sekolah yang sangat penting adalah sebagai supervisor, karena sebagai supervisor kepala sekolah bertanggung jawab melaksanakan supervisi, yaitu kegiatan untuk memberikan bimbingan dan bantuan dalam rangka pembinaan kemampuan profesianal dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Untuk itu kepala sekolah harus dapat memberikan bantuan dan bimbingan kepada guru untuk meningkatkan kemampuan profesional dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Kepala sekolah harus berupaya memperbaiki dan meningkatkan situasi belajar karen hal ini merupakan tugas kepala sekolah, yaitu dapat dilakukan dengan cara memberikan bimbingan, bantuan dan latihan kepada guru agar mereka dapat meningkatkan kemampuan keguruannya dalam proses pembelajaran. hal ini sejalan dengan pendapat Purwanto (2003: 76) yang menyatakan bahwa “supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif”.

Supervisi yang dilaksanakan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menjalankan proses balajar mengajar, untuk mencapai hal tersebut diperlukan koordinasi yang baik antara guru dan kepala sekolah.

Keberhasilan pelaksanaan supervisi, tergantung pada teknik, pendekatan, proses, aspek yang disupervisi, dan kemampuan supervisor dalam melaksanakan supervisi tersebut.bila supervisi dilaksanakan dengan proses, teknik dan pendekatan yang tepat sesuai dengan sasaran dan aspek yang disupervisi, maka manfaat dari supervisi akan dirasakan oleh guru-guru seperti menambah dan meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun program pengajaran, melaksanakan pengajaran dan mengevaluasi pengajaran.

Namun dalam kenyataanya di lapangan, pelaksanaan supervisi belum seperti yang diharapkan. Berdasarkan wawancara informal penulis dengan beberapa orang guru di sekolah dasar Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok terkesan bahwa pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah kurang berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa fenomena sebagai berikut :

  1. Ketidak sesuaian antara masalah yang dihadapi oleh guru dengan aspek yang disupervisi.
  2. Masih kurangnya keterampilan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi, sehingga kepala sekolah tidak dapat menentukan teknik supervisi yang tepat.
  3. Masih ada kepala sekolah yang menggunakan waktu tak terbatas dan tidak sesuai dengan waktu yang disepakati sehhingga mengganggu jam mengajar guru.
  4. Supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah hanya untuk mencari kelemahan-kelemahan dan kesalahan guru saja, tanpa diiringi dengan tindak lanjut yang memadai.
  5. Sikap kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi cendrung bersikap otoriter.

Berdasarkan fenomena di atas, maka terdapat suatu masalah tentang pelaksanaan supervisi, maka dari itu penulis tertarik untuk meneliti dengan judul: ”Persepsi Guru terhadap Pelaksanaan Supervisi oleh Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok”.

Categories: Skripsi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: