ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN KESELAMATAN KERJA


ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN KESELAMATAN KERJA SISWA JURUSAN MESIN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)DI BATAM

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Batam adalah salah satu kota industri di Indonesia, di mana Batam merupakan tempat investor asing menanamkan modalnya dan tenaga kerjanya sebagian besar dari Indonesia. Indonesia mendapatkan keuntungan yang besar terutama dari tenaga kerja yang terserap cukup banyak sehingga mengurangi tingkat pengangguran. Seiring dengan berkembangnya dunia industri, dunia kerja selalu dihadapkan pada tantangan-tantangan baru yang harus bisa segera diatasi bila perusahaan tersebut ingin tetap eksis. Berbagai macam tantangan baru muncul seiring dengan perkembangan jaman. Namun masalah yang selalu berkaitan dan melekat dengan dunia kerja sejak awal dunia industri dimulai adalah timbulnya kecelakaan kerja.

Terjadinya kecelakaan kerja tentu saja menjadikan masalah yang besar bagi kelangsungan sebuah perusahaan. Kerugian yang diderita tidak hanya berupa kerugian materi yang cukup besar namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya. Kehilangan sumber daya manusia ini merupakan kerugian yang sangat besar karena manusia adalah satu-satunya sumber daya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun. Kerugian yang langsung yang nampak dari timbulnya kecelakaan kerja adalah biaya pengobatan dan kompensasi kecelakaan. sedangkan biaya tak langsung yang tidak nampak ialah kerusakan alat-alat produksi, penataan manajemen keselamatan yang lebih baik, penghentian alat produksi, dan hilangnya waktu kerja. Terhentinya jalannya produksi berarti kehilangan out put dari produk yang dibuat dan ituadalah kerugian yang harus ditanggung perusahaan apa bila terjadi kecelakaan kerja. Maka dari itu keselamatan kerja merupakan aspek yang sangat penting dalam suatu perusahaan, untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja banyak perusahaan telah membentuk sistem manajeman kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3), namun kecelakaan kerja tetap saja terjadi sehingga pertanyaan muncul apakah faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja itu?,apabila kecelakaan kerja itu terjadi karena faktor manusianya, apakah para karyawan kurang memahami keselamatan dan kesehatan kerja atau disebabkan sikap yang kurang peduli terhadap keselamatan kerja tersebut?

Bertitik tolak dari pertanyaan tersebut perlu dilakukan penelitian tentang masalah keselamatan kerja, bukan saja dari karyawan yang sudah bekerja namun melakukan penelitian terhadap kurikulum mata pelajaran keselamatan kerja siswa sekolah menengah kejuruan, karena lulusan sekolah kejuruan ini kelak akan mengisi tempat pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang ada di batam ini.

Lulusan sekolah kejuruan ditargetkan sebagai tenaga kerja teknik yang terampil dan siap untuk bekerja sesuai dengan bidang teknik yang di milikinya,walaupun telah memiliki skill yang cukup tidaklah lengkap apabila seorang pekerja yang selalu bergelut dengan mesin-mesin, benda- benda yang tajam dan keras, juga lingkungan kerja yang berbahaya tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Seorang pekerja bisa saja terampil dalam menjalankan dan memperbaiki mesin-mesin dan mempergunakan perkakas mesin lainnya seperti mesin bor, gerinda, mesin bubut, miling dan lain-lain, semua alattersebut bisa membahayakan sipekerja atau orang lain di sekitarnya apa bila tidak dilengkapi dengan pengetahuan yang cukup dan sikap yang peduli terhadap kecelakaan kerja. Sering terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja di lapangan disebabkan karena kelalaian dan kurang memahami bagaimana langkah-langkah yang harus diambil sebelum, ketika bekerja dan susudah bekerja sehingga hal-hal yang tidak diingini apakah kecelakaan pada sipekerja sendiri atau pun orang lain di sekitarnya dapat dihindari.

Menurut pemberitaan di surat kabar Bisnis Indonesia, Minggu, 26 Februari 2012, memberitakan:

Bisnis Indonesia, Minggu, 26 Februari 2012 | 14:53 WIB:

Direktur Pelayanan PT Jamsostek (Persero) Djoko Sungkonomenyebutkan angka kecelakaan kerja [di kalangan perusahaan peserta program jamsostek] cenderung naik selama 5 tahun terakhir, dimana pada 2011 terjadi 99.491 kasus atau rata-rata perharinya 414 kasus kecelakaan. Angka kecelakaan kerja sebanyak itu merupakan kenaikan dibandingkan pada 2010 hanya 98.711 kasus kecelakaan kerja, 2009 (96.314 kasus), 2008 (94.736 kasus), 2007 (83.714). Peningkatan kasus kecelakaan kerja itu diikuti kenaikan nilai pembayaran jaminan kecelakaan kerja (JKK) yang mencapai Rp504 miliar pada 2011, setelah pada 2010 senilai Rp401,2 miliar, 2009 Rp328,5 miliar, 2008 Rp297,9 miliar, 2007 Rp219,7 miliar.

Categories: Skripsi | Tags: , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN KESELAMATAN KERJA

  1. Bang,boleh minta softfile skripsi ini ga?lagi butuh buat tugas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: