PENGARUH LATAR BELAKANG SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN PENYEDIAAN FASILITAS BELAJAR DI RUMAH TERHADAP HASIL BELAJAR


PENGARUH LATAR BELAKANG SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN PENYEDIAAN FASILITAS BELAJAR DI RUMAH TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA SMP N 3 GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sejalan dengan kemajuan pembangunan, pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting guna mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada akhirnya nanti diharapkan mampu mengisi pembangunan itu sendiri. Sehubungan dengan itu pendidikan menuntut adanya pembaharuan dan pengembangan ke arah yang lebih baik. Persoalan mutu dan kualitas pendidikan hampir setiap saat dibicarakan dan didiskusikan, namun kenyataannya mutu pendidikan Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan pendidikan negara lainnya, baik di tingkat Asean, Asia, maupun dunia umumnya.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah sebagai pengambil kebijakan, baik itu perubahan kurikulum, mutu guru, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, namun hal demikian belumlah dapat optimal bisa diharapkan untuk perbaikan mutu pendidikan tersebut. Untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan perlu memperhatikan beberapa komponen, yaitu tujuan, materi, guru, sarana prasarana, serta siswa atau anak didik sebagai produk dari pendidikan itu sendiri.

Belajar adalah proses yang diarahkan kepada tujuan, proses berbuat melalui pengalaman. Dalam pengajaran terjadi interaksi antara guru dan siswa, kedudukan siswa dalam pengajaran adalah sebagai subjek dan sekaligus sebagai objek, maka inti proses pengajaran adalah kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan pengajaran. Persoalan yang timbul adalah mampukah siswa belajar dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimilikinya dan situasi serta kondisi yang ada di lingkungannya untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang diperoleh setelah mengikuti proses belajar mengajar.

Hasil belajar dapat dilihat dari perubahan yang terjadi dalam diri siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor, dimana perubahan yang terjadi dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang berasal dari luar diri siswa. Djamarah (2002:1) menyebutkan belajar bukanlah merupakan aktifitas tersendiri, namun ada unsur lain yang terlibat didalamnya, yaitu raw input, learning teaching proses, output, inveronmental input dan instrumental input.

Di SMP N 3 Gunung Talang, hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi masih rendah, hal ini dapat dilihat dari nilai rapor siswa pada semester 1 tahun pelajaran 2008-2009, ternyata banyak siswa yang tidak tuntas pada mata pelajaran ekonomi, atau banyak siswa yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah, yaitu 70 untuk kelas VII dan 75 untuk kelas VIII dan kelas IX. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.1 di bawah ini:

 

 

 

Tabel 1.1 Persentase Ketuntasan Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi

pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2008-2009

Kelas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Siswa
Jumlah % Jumlah %
VII 70 94 69,63 41 30,37 135
VIII 75 96 74,42 33 25,58 129
IX 75 102 89,47 12 10,53 114
Total Siswa 378

Sumber : Guru Mata Pelajaran Ekonomi SMP N 3 Gunung Talang

Berdasarkan Tabel 1.1 di atas, terlihat bahwa banyak siswa yang tidak tuntas pada mata pelajaran ekonomi, misalnya pada kelas VII, dari 135 orang siswa, 41 orang diantaranya tidak tuntas yang artinya ada sebanyak 30,37% siswa kelas VII yang nilainya tidak mencapai standar KKM yang ditetapkan oleh sekolah. Begitupun pada kelas VIII, hanya 74,42% saja siswa yang tuntas pada mata pelajaran ekonomi, sedangkan 25,58% lainnya tidak tuntas.

Banyaknya siswa yang tidak tuntas pada mata pelajaran ekonomi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya yaitu pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang tua yang rendah, yang meliputi pendidikan, pendapatan dan pekerjaan orang tua. Faktor lain yaitu fasilitas belajar yang disediakan oleh orang tua di rumah masih belum memadai.

Menurut Bahar (1989:131) hasil belajar siswa di sekolah mempunyai korelasi yang tinggi dengan latar belakang sosial ekonomi orang tua, sebab segala kebutuhan anak yang berkenaan dengan pendidikan selalu membutuhkan sosial ekonomi keluarga, dengan artian secara umum bahwa sekolah membutuhkan uang dan untuk mendapatkan hasil belajar yang baik membutuhkan sarana dan prasarana tergantung pada jumlah uang yang ada. Latar belakang sosial ekonomi orang tua meliputi pendidikan, pendapatan dan pekerjaan orang tua. Jadi, orang tua yang memiliki latar belakang sosial ekonomi yang tinggi, akan lebih mampu menyediakan berbagai kebutuhan belajar anaknya, sehingga hasil belajar anak juga akan tinggi.

Kecenderungan masyarakat adalah menilai bahwa keberhasilan anak itu ditentukan oleh latar belakang sosial ekonomi orang tua seperti tingkat pendidikan, pendapatan orang tua serta jenis pekerjaan orang tua. Tingkat pendidikan orang tua akan mencerminkan kemampuan belajar bagi anaknya, dengan kata lain semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua, memberikan gambaran yang positif terhadap kemampuan anak dalam belajar. Orang tua yang terdidik diperkirakan lebih banyak dapat berbuat dalam pertumbuhan anaknya dibandingkan dengan orang tua yang berpendidikan rendah

Categories: Skripsi | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: