PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE COURSE REVIEW HORAY DENGAN METODE KONVENSIONAL


PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE COURSE REVIEW HORAY DENGAN METODE KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI KELAS VII SMP N 13 PADANG

BAB I

 PENDAHULUAN

 Latar Belakang

Pendidikan sebagai suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan serta proses pengubahan tingkah laku kearah yang lebih baik merupakan salah satu unsur penting sebagai pegangan untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Dimana pembangunan di bidang pendidikan merupakan salah satu upaya mencerdaskan dan meningkatkan kualitas Bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil dan makmur sehingga memungkinkan manusia Indonesia seutuhnya.

Berdasarkan Undang-Undang sistem pendidikan di Indonesia No.20 tahun 2003 pasal 1 yang berbunyi:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

 

Mengingat pentingnya peran pendidikan tersebut maka sudah seyogyanya aspek ini menjadi perhatian pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan yaitu dengan meningkatkan sumber daya masyarakat Indonesia yang berkualitas, khususnya potensi Sumber Daya Manusia peserta didik. Pemerintah terus berbenah dan berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, seperti perubahan kurikulum, yakni dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan sekarang disempurnakan lagi menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang lebih dikenal dengan KTSP. Selain dengan melakukan perubahan pada kurikulum, juga dilakukan upaya peningkatan kompetensi guru yaitu dengan mengadakan seminar dan penataran-penataran guru untuk menambah wawasan yang dimiliki. Selain itu peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dilakukan juga dengan melengkapi sarana dan prasarana sekolah serta pengadaan buku-buku penunjang.

Namun pada kenyataannya, pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah, masih kurang memperhatikan ketercapaian kompetensi yang harus dimiliki siswa. Sehingga hasil belajar yang dicapai siswa masih belum sesuai harapan. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya hasil belajar Ekonomi siswa, sabagai contoh dari rata-rata nilai ulangan semester kelas VII di SMP N 13 Padang .

Tabel 1

Nilai Ulangan Semester Ekonomi Kelas VII Semester I

SMP N 13 Padang

Kelas Nilai rata-rata Siswa yang tuntas Siswa yang tidak tuntas % Ketuntasan
Ya Tidak
VII1 66,89 23 14 62,16% 37,84%
VII2 63,23 15 19 44,12% 55,88%
VII3 64,67 14 17 45,16% 54,84%
VII4 72,85 26 9 74,29% 25,71%
VII5 65,44 15 23 39,47% 60,53%
VII6 67,56 22 14 61,11% 38,89%
VII7 67,35 20 17 50,05% 45,95%
VII8 71,15 16 18 47,06% 52,94%
VII9 68,86 21 15 58,33% 41,67%

Sumber : Guru Ekonomi SMP N 13 Padang Tahun 2009 / 2010

Berdasarkan tabel dapat dilihat hasil belajar ekonomi siswa kelas VII kurang maksimal. Dimana terdapat 4 kelas yang rata-rata kelasnya dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 67,00. Penulis menduga salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya nilai ekonomi siswa adalah faktor guru, dimana guru belum mampu mengembangkan metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa secara optimal, metode yang biasa digunakan oleh guru adalah metode konvensional yakni ceramah dan tanya jawab. Akibatnya siswa seringkali tidak bersemangat dan merasa jenuh karena guru yang lebih banyak memberikan informasi materi kepada siswa. Siswa hanya sebagai pendengar saja, sehingga siswa terbiasa sebagai peserta didik yang pasif. Selain itu penulis menduga rendahnya nilai ekonomi siswa kemungkinan disebabkan oleh kemampuan dasar yang dimiliki siswa rendah, kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terlihat pada tidak adanya keinginan siswa untuk bertanya kepada guru terhadap materi pelajaran yang tidak dimengerti siswa tersebut, siswa pasif dalam pembelajaran sehingga suasana kelas menjadi tidak bersemangat, kurangnya ketersediaan siswa memiliki buku sumber sendiri, dan siswa sering keluar di saat pergantian jam belajar.

Categories: Skripsi | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: