PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN METODE ROUND ROBIN DENGAN METODE DISKUSI


PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN METODE ROUND ROBIN DENGAN METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS X SMAN 10 PADANG DAN SMAN 2 PADANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

BAB I

PENDAHULUAN

 Latar Belakang Masalah

Pembangunan dibidang pendidikan merupakan suatu usaha dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan mutu pendidikan. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, diantaranya penyempurnaan kurikulum, menyediakan sarana dan prasarana, meningkatkan mutu guru dengan penataran atau seminar-seminar, serta memberikan tunjangan sertifikasi kepada guru.

Dunia pendidikan saat ini sedang berada pada masa transisi, dimana pada saat ini banyak terjadi perubahan dan pembaharuan ke arah yang lebih baik. Tujuan dilakukannya perubahan dan pembaharuan ini adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari lulusan pendidikan. Perubahan-perubahan yang dilakukan pemerintah diantaranya adalah kebijakan Depdiknas dalam penyelenggaraan pendidikan antara lain: perubahan standar kelulusan siswa, kenaikan dana dari anggaran pendidikan dan yang paling utama adalah perubahan kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) atau kurikulum 2004, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000. Pada tahun 2006 KBK direvisi menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Menurut Mulyasa (2006:12) KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap jenjang pendidikan yang telah siap dan mampu dikembangkan di sekolah, jadi pelaksanaan KTSP memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi guru untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan keadaan dan kondisi lingkungan sekolah.

Suatu pengajaran akan bisa berjalan dan berhasil secara baik manakala ia mampu menumbuhkembangkan kesadaran peserta didik untuk belajar sehingga pengalaman yang diperoleh peserta didik selama ia terlibat dalam proses pengajaran itu dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi perkembangan pribadinya dan pengalaman hidupnya. Secara operasional ada lima variabel utama yang berperan dalam proses belajar mengajar, yaitu tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode dan tekhnik mengajar, murid, guru dan logistik. Pemilihan strategi dan metode pengajaran yang cocok merupakan peluang untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan efektif, yang bisa menghantarkan peserta didik pada tujuan pembelajaran itu sendiri.

Dalam mencapai pembelajaran yang bermakna dan efektif tersebut guru dan peserta didik sering pula dihadapkan pada berbagai masalah, baik yang berkaitan dengan masalah internal siswa maupun yang menyangkut masalah eksternal. Masalah internal yaitu berkaitan dengan diri siswa itu sendiri, sedangkan masalah eksternal terkait dengan hal-hal di luar diri itu sendiri, yang salah satu bentuknya adalah pemilihan metode pengajaran yang kurang sesuai oleh guru.

Pemecahan masalah eksternal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu melalui diskusi kelas, tanya jawab antara guru dengan peserta didik, pemilihan metode yang tepat dan sesuai dengan materi ajar. Guru yang kreatif akan senantiasa mencari pendekatan-pendekatan baru dalam memecahkan masalah pengajaran, tidak terpaku pada cara atau metode tertentu yang monoton, melainkan memilih variasi lain yang sesuai.

Dalam KTSP guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran. Guru perlu memanfaatkan berbagai metode pembelajaran yang dapat membangkitkan minat, perhatian, dan kreativitas peserta didik. Karena dalam KTSP guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembelajaran berpusat pada peserta didik, metode ceramah perlu dikurangi. Metode-metode lain, seperti diskusi, pengamatan, dan pembelajaran kooperatif perlu dikembangkan. Pembelajaran kooperatif tipe Round Robin dan Diskusi merupakan salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat ditempuh oleh guru untuk pemecahan masalah eksternal.

Pemilihan strategi dan metode mengajar sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Menurut Sardiman (2005:145) bahwa : guru harus dapat merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi sesuatu, menumbuhkan swadaya (aktifitas) dan daya cipta (kreatifitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar mengajar. Ekonomi adalah pelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Banyak fenomena-fenomena yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat terjawab dengan mempelajari Ekonomi. Mengingat pentingnya pelajaran Ekonomi maka guru diharapkan dapat membimbing dan mengarahkan siswa agar tujuan pembelajaran Ekonomi dapat tercapai dengan baik.

Categories: Skripsi | Tags: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: