Studi Deskriptif Pelaksanaan Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini dalam Penguasaan Kosakata di Taman Kanak-kanak


Studi Deskriptif Pelaksanaan Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini dalam Penguasaan Kosakata di Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Lubuk Sikaping

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tetang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Sementara itu, sesuai dengan pasal 1 ayat 4 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia N0. 17 tahun 2010, salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur formal bagi anak usia 4-6 tahun adalah Taman Kanak-Kanak. Fungsi pendidikan Taman Kanak-kanak adalah membina, menumbuhkan, mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.

Secara spesifik tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak adalah membantu peserta didik mengembangkan potensi baik psikis dan fisik yang meliputi nilai-nilai agama dan moral, sosio-emosional, kemandirian, kognitif dan bahasa, dan fisik/motorik, untuk siap memasuki pendidikan dasar. Dari tujuan pendidikan Taman Kanak-kanak tersebut terlihat bahwa kemampuan bahasa merupakan salah satu potensi yang harus dikembangkan pada peserta didik.

Bahasa merupakan sarana yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa bahasa orang tidak dapat berhubungan dengan orang lain, karena bahasa merupakan kemampuan yang membedakan antara manusia dengan hewan dan melalui berbahasa seseorang akan dapat mengembangkan kemampuan bergaul (social skill). Bahasa juga dapat memberikan sumbangan yang besar dalam perkembangan anak. Dengan menggunakan bahasa, anak akan tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang bergaul di tengah-tengah masyarakat. Apabila seorang anak mempunyai hambatan dalam kemampuan berbahasa maka anak tersebut akan memperoleh hambatan sampai ia dewasa apabila tidak cepat penanganannya.

Mengingat pentingnya kemampuan berbahasa, maka kemampuan ini merupakan salah satu bidang perkembangan kemampuan dasar yang harus dipersiapkan oleh guru. Aspek perkembangan bahasa meliputi pemahaman dan komunikasi melalui kata, ujaran, dan tulisan yang diperlukan dalam komunikasi dengan individu yang lain. Kemampuan berbahasa ini dapat di rangsang melalui mendengar, berbicara, membaca, menulis, ataupun bercerita dan dapat dilatih melalui keterampilan anak dalam bercakap-cakap agar dapat menyampaikan ide dalam bentuk lisan.

 

Categories: Skripsi | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: