UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA KOMPETENSI MENYIAPKAN LAHAN SISWA KELAS XI ATPH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM DI SMK NEGERI 3 BUKITTINGGI


UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA KOMPETENSI MENYIAPKAN LAHAN SISWA KELAS XI ATPH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM DI SMK NEGERI 3 BUKITTINGGI

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan sektor yang amat penting untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Dengan adanya pembangunan nasional dibidang pendidikan maka berpengaruh terhadap peningkatan kualitas manusia Indonesia. Pendidikan berperan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan dalam menghadapi perubahan. Maka perlu disediakan segala struktur dan infrastruktur dalam membangun dunia pendidikan demi mewujudkan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Guru merupakan salah satu faktor yang mampu menunjang peningkatan pendidikan yang dapat membentuk pola interaksi. Guru memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sesuai dengan pendapat Usman (2005:9-11) guru mempunyai peranan dalam proses pembelajaran sebagai demonstrator, learning manager, mediator, fasilitator, dan evaluator. Guru diharapkan memiliki kompetensi yang berguna dalam melaksanakan profesi keguruannya, baik berkenaan dengan kemampuan intelektual seperti penguasaan mata pelajaran, kompetensi bidang sikap dengan menghargai pekerjaan, mencintai dan memiliki perasaan senang terhadap mata pelajaran yang dibinanya, sikap toleransi terhadap sesama teman profesinya, memiliki kemampuan yang keras untuk meningkatkan hasil pekerjaannya serta kompetensi perilaku yang berkenaan dengan kemampuan guru dalam berbagai keterampilan atau berperilaku, seperti keterampilan mengajar, menggunakan alat bantu mengajar dan lain-lain. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dipersiapkan berbagai hal mulai dari fasilitas belajar sampai tenaga pengajar atau guru. Dalam dunia pendidikan guru merupakan ujung tombak dalam kegiatan belajar mengajar. Oleh sebab itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang meliputi kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik, dan profesionalisme.

Kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi yang lebih dituntut di dalam kelas. Dalam kompetensi ini guru dituntut mampu untuk mengelola kelas sehingga proses belajar dapat berjalan secara efektif. Salah satu yang perlu diperhatikan guru adalah penggunaan model pembelajaran. Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Guru dalam proses pembelajaran juga diharapkan mempunyai kompetensi memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa sehingga mampu meningkatkan minat, kreativitas, dan aktivitas siswa. Guru sebagai penyelenggara pendidikan dituntut untuk memiliki kemampuan yang diandalkan dapat menghadapi siswa agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Menurut Sardiman (2005:145) “guru harus dapat merangsang dan memberikan reinforcement untuk mendinamisasikan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika dalam proses belajar mengajar”.

Kenyataan di lapangan serta hasil observasi terlihat bahwasanya pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru (teacher center). Guru sering kali menyampaikan materi pembelajaran secara konvensional dimana pembelajaran yang lebih banyak berpusat pada guru, komunikasi lebih banyak satu arah dari guru ke siswa, metode pembelajaran lebih banyak menggunakan ceramah. Sehingga suasana pembelajaran cenderung membosankan dan kurang menarik minat siswa untuk lebih meningkatkan aktivitas dalam belajar. Siswa lebih cenderung bersikap pasif dalam proses pembelajaran, kurang melakukan respon dalam proses pembelajaran, seperti bertanya, memberikan tanggapan, mencetuskan gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau pertanyaan, memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal, dan selalu memikirkan lebih dari satu jawaban sebagai ciri anak kreatif.

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan mengenai aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran agribisnis tanaman pangan & hortikultura di kelas XI ATPH SMK Negeri 3 Bukittingi, penulis berpendapat bahwa aktivitas siswa masih rendah, berikut ini dapat dilihat persentase aktivitas belajar siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung sebagai berikut:

 

 

Tabel 1 : Daftar Aktivitas Belajar agribisnis tanaman pangan & hortikultura Siswa Kelas XI ATPH di SMK Negeri 3 Bukittinggi

No Aktivitas Siswa Jumlah Siswa Persentase
1. Mengemukakan Pendapat 2 6,06
2. Mengajukan Pertanyaan 3 9,09
3. Menjawab Pertanyaan 3 9,09
4. Menanggapi Jawaban 2 6,06
5. Mengerjakan Latihan sampai selesai 10 30,30
  Jumlah Siswa 33

Sumber : Data primer yang diolah 2010

Categories: PTK | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: