Posts Tagged With: Dinas Pendidikan

SKRIPSI Hubungan Hasil Belajar Matematika dengan Hasil Belajar Dasar-dasar Kelistrikan dan Elektronika


Hubungan Hasil Belajar Matematika dengan Hasil Belajar Dasar-dasar Kelistrikan dan Elektronika siswa kelas I program keahlian Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK Negeri 3 Kota Gorontalo Tahun Ajaran 2008/2009

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  pada masa ini begitu cepat, oleh sebab itu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang bermutu dengan produktivitas dan efisiensi kerja yang tinggi. Hakekat sumber daya manusia berkualitas ialah menghasilkan keluaran (output) dengan tingkat pengetahuan, keterampilan dan teknologi yang dimiliki dan ditopang oleh modal fisik, finansial dan prasarana yang memadai, Emil Salim (2000 : 315). Kualitas SDM ditentukan oleh proses pendidikan untuk melatih siswa mengembangkan kreativitas dan sikap agar mampu meningkatkan keterampilan dalam menganalisis dan berfikir logis, untuk memecahkan dan menyelesaikan setiap masalah dan juga lancar mengemukakan ide-ide atau gagasan-gagasan dalam mencari penyelesaian masalah. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Skripsi | Tag: , , , , , | 5 Komentar

PTK “PENDEKATAN PROSES MEMBACA” Bahasa Indonesia SMP


PENINGKATAN PEMBELAJARAN MEMBACA INDAH MELALUI PENDEKATAN PROSES MEMBACA BAGI SISWA KELAS VIII.A SMPN 2 KOTO BARU

BAB I

 PENDAHULUAN

 A.      Latar Belakang Masalah

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) menurut Depdiknas (2006:317) bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku baik secara lisan maupun tertulis, jadi untuk mewujudkan tujuan tersebut ada ada empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa SD  yaitu: menyimak, berbicara, membaca, menulis (Depdiknas, 2004:4). Pendapat tersebut juga dipertegas oleh Depdiknas (2006:318) yang menyatakan ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut: 1) mendengarkan, 2) berbicara, 3) membaca, dan 4) menulis.

Pembelajaran membaca di SD dibedakan menjadi dua yaitu membaca permulaan untuk kelas I dan II, membaca lanjutan selanjutnya disebut membaca pemahaman untuk kelas III-VI (Puji, 2006:3.19). Pembelajaran membaca lanjutan bertujuan agar siswa mampu mengambil manfaat dan pesan yang disampaikan penulis melalui bacaan. Dengan kata lain membaca lanjutan bertujuan agar siswa mampu memahami isi, menyerap pikiran dan perasaan orang lain melalui tulisan. Baca lebih lanjut

Categories: PTK | Tag: , , , , , , | 6 Komentar

PTK Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together (NHT) PKn SMP


Penggunaan Model Cooperative Learning Tipe Numbered  Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Bidang Studi Pendidikan Kewarganegaraan Kelas VII SMP N 1 Sitiung

PENDAHULUAN

 

Pada bab ini akan dikemukakan (1) latar belakang, (2) rumusan masalah, (3)  tujuan penelitian, dan (4) manfaat penelitian yang akan peneliti sajikan sebagai berikut.

A.    Latar Belakang

Proses pembelajaran merupakan proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa merupakan syarat utama bagi berlangsung proses pembelajaran. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan satu mata pelajaran yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan. Tujuan mata pelajaran PKn di dalam Depdiknas (2006:271) agar siswa dapat:

1)        Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan; 2) berpartisipasi secara aktif, bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta anti korupsi; 3) berkembang secara positif, dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya; 4) berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain, dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Baca lebih lanjut

Categories: PTK | Tag: , , , , , , , | 10 Komentar

Laporan PTK ” VCT Reportase”


PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN  METODE VCT  REPORTASE DI KELAS IV SD NEGERI 14 KOTO BARU

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dikemukakan (1) latar belakang, (2) rumusan masalah, (3)  tujuan penelitian, dan (4) manfaat penelitian yang akan peneliti sajikan sebagai berikut.

  1. A.    Latar Belakang

Proses pembelajaran merupakan proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa merupakan syarat utama bagi berlangsung proses pembelajaran. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar (SD). Tujuan mata pelajaran PKn di dalam Depdiknas (2006:271) agar siswa dapat:

1)        Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan; 2) berpartisipasi secara aktif, bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta anti korupsi; 3) berkembang secara positif, dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya; 4) berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain, dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Baca lebih lanjut

Categories: PTK | Tag: , , , , , , , , , , , , , | 10 Komentar

Laporan PTS “Supervisi Akademik”


“UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU  DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP
MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN
DI SDN 04 KOTO BARU”

BAB I

PENDAHULUAN

 A.  Latar Belakang

Pendidikan adalah proses merubah manusia menjadi lebih baik, lebih mahir dan lebih terampil. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya satu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, maka guru mempunyai tugas dan peranan yang penting dalam mengantarkan peserta didiknya mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, sudah selayaknya guru mempunyai berbagai kompetensi yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawabnya. Dengan kompetensi tersebut, maka akan menjadikan guru profesional, baik secara akademis maupun non akademis.

Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. Selain itu pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat. Baca lebih lanjut

Categories: PTS | Tag: , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

Blog di WordPress.com.